Beranda Humaniora Simulasi: Warga Taman Jaya Berlarian Selamatkan Diri dari Gempa dan Tsunami

Simulasi: Warga Taman Jaya Berlarian Selamatkan Diri dari Gempa dan Tsunami

2128

PANDEGLANG.BCO.CO.ID – Puluhan warga Desa Taman Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, yang terdiri dari orang dewasa hingga anak-anak tampak berlarian menyelamatkan diri dari guncangan gempa bumi yang memicu terjadinya tsunami di wilayah permukiman mereka. Tampak, sejumlah warga banyak yang terjatuh hingga mengalami luka-luka usai saat kejadian berlangsung.

Sesampainya di lokasi evakuasi yang ada di kawasan perbukitan, warga berusaha memberikan pertolongan dengan mengobati warga lainnya yang cedera dengan memanfaatkan alat rumah tangga yang mereka bawa saat peristiwa terjadi sambil menunggu kedatangan instansi penanggulangan bencana alam walaupun dihantui rasa keatakutan.

Kegiatan ini merupakan simulasi mitigasi dan evakuasi mandiri terhadap potensi gempa bumi dan tsunami yang digelar oleh Basarnas Banten, BMKG, dan sejumlah relawan kemanusiaan dari Indonesian Off-Road Federation (IOF) Pengda Banten, Acsena Humanis Respon, Austria Help, European Help, SAR MTA, dan lain-lain yang digelar pada Sabtu kemarin 14 Mei 2022.

Kepala Basarnas Banten Adil Triyanto menyampaikan, edukasi mitigasi dan evakuasi mandiri ini dilakukan agar warga selalu sigap apabila terjadi bencana. Ditambahkan, lokasi Taman Jaya merupakan wilayah yang langsung berhadapan dengan laut pertemuan antara Laut Utara dan Laut Selatan sehingga potensinya cukup tinggi. “Ini adalah lokasi center, warga disini langsung berhadapan dengan pantai dengan laut yang notabenenya disini pantai utara dan selatan, disini potensinya cukup tinggi bilamana terjadi bencana jadi kita antisipasi itu,” ujar Adil Triyanto, Kepala Basarnas Banten.

Adil mengungkapkan, jalur dan tempat evakuasi sendiri sudah disediakan sehingga warga dapat menyelamatkan diri ke daerah aman di perbukitan apabila kemungkinan terburuk terjadi. “Untuk disini tempat dan jalur evakuasi sudah tersedia jadi kita disana sudah ada tempat evakuasi warga Taman Jaya yaitu nanti di bukit disebrang sini,” pungkasnya.

Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Serang, Tarjono menyampaikan, karakteristik Selat Sunda dan laut Banten cenderung tinggi. Namun untuk saat ini, kondisi tersebut masih cukup aman. “Saat ini memang terpantau relatif aman untuk yang beraktivitas di lautan, BMKG selalu update ketika memberikan informasi peringatan dini gelombang tinggi. Seyogyanya masyarakat juga memperhatikan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Tarjono.

Dijelaskan, BMKG juga telah memasang dua alat canggih untuk memantau curah hujan maupun alat deteksi gelombang laut di lokasi ini. “Dua alat ini cukup membantu ketika terpantau adanya gelombang laut yang anomali. Jadi kami BMKG dengan stakeholder terkait bisa memberikan informasi tercepat, dini, kemudian bisa mengambil langkah-langkah yang dibutuhkan,” jelasnya.

Sementara, Juju Julaeha, warga setempat mengaku, kegiatan evakuasi mandiri merupakan kegiatan pertama kali dilakukan di tempatnya tinggal. Dengan adanya edukasi ini, warga bisa mengetahui bagaimana melakukan pertolongan dan evakuasi secara mandiri apabila terjadi bencana. “Jadi ibu-ibu disini bisa paham bagaimana caranya antisipasi dengan keadaan darurat,  kita harus siap dengan kondisi yang dengan dan keadaan yang terjadi. Insya allah, karena masyarakat disni udah beberapa kali kejadian jadi masyarakat udah tau antisipasinya kayak gimana,” ucap Juju singkat.

Kegiatan ini juga bakal terus dilakukan di wilayah permukiman yang berhadapan dengan laut dengan melibatkan instansi terkait dalam mengantisipasi bencana alam yang kapan saja bisa terjadi. []