Beranda Hukum dan Kriminal Jarah Kerbau Warga di Tiga Daerah, Komplotan Maling Keok Diringkus Polisi

Jarah Kerbau Warga di Tiga Daerah, Komplotan Maling Keok Diringkus Polisi

1547

PANDEGLANG.BCO.CO.ID – Empat pelaku spesialis pencurian ternak berinisial AN, AE, SC, dan DC serta seorang penadah diringkus Satreskrim Polres Pandeglang. Diketahui, para tersangka ini kerap melancarkan aksinya di wilayah Kabupaten Pandeglang dan Lebak. Dari tangan para tersangka, berhasil disita barang bukti berupa lima ekor kerbau dan satu unit kendaraan roda empat. Meski begitu, dua ekor di antaranya sudah diberikan kepada pemiliknya.

Wakapolres Pandeglang Kompol Andi Suandi mengatakan, komplotan spesialis pencuri hewan ternak yang sudah beraksi selama dua tahun lebih di wilayah hukum Polres Pandeglang dan Lebak. Sementara modus para pelaku dengan cara beraksi pada malam hari sekitar pukul 02.00 hingga 05.00 pagi dini hari.

“Jajaran Satreskrim Polres Pandeglang mengungkap kasus pencurian hewan ternak dengan lima orang tersangka,” kata Kompol Andi Suandi, Wakapolres Pandeglang, Selasa 02 Maret 2022.

Andi menuturkan, hasil curian kemudian di jual oleh para pelaku kepada penadah yang berinisial A-N, warga Tigaraksa Tangerang seharga 8 hingga 10 juta rupiah per ekor. “Hasil curian ini pelaku jual ke A-N dengan harga 8 hingga 10 juta. Dari tangan pelaku diamankan lima kerbau, kunci kandang, satu unit roda empat jenis pick up,” terangnya.

Andi menambahkan, pelaku telah menjalankan aksinya di 20 tempat selama bulan Februari 2022 dan telah berhasil mencuri sebanyak 80 ekor kerbau di 7 kecamatan yang berada di Pandeglang, Lebak dan Serang. Selain empat pelaku dan satu penadah yang sudah tertangkap, kini polisi tengah mengejar tiga pelaku lainnya yang masih buron.

“Ini bukan sekali dua kali, tapi sudah puluhan kali aksinya, dan hasilnya juga sudah mencapai 80 ekor. Merak melakukan aksinya di tiga wilayah di Provinsi Banten, dan kita masih melakukan pengejaran beberapa pelaku lagi,” jelasnya.

Sementara salah seorang pelaku, S-C mengatakan, mendapatkan hasil sekitar 1,5 hingga 2 juta rupiah dalam satu kali aksinya, Uangnya pelaku gunakan untuk membeli kebutuhan sehari hari bersama keluarganya. S-C mengaku sudah selama satu tahun lebih bergabung bersama pelaku lainnya dalam melakukan pencurian hewan ternak tersebut. “Hasilnya untuk kebutuhan sehari-hari, satu kali aksi saya mendapatkan hasil 1,5 hingga 2 juta rupiah,” aku SC.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, para pelaku jerat pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman kurungan selama 7 tahun penjara. Serta pasal 480 tentang penerima hasil kejahatan dengan ancaman kurungan selama 4 tahun penjara. []