Beranda Hukum dan Kriminal Guru Honorer di Pandeglang Cabuli Dua Siswa SMP

Guru Honorer di Pandeglang Cabuli Dua Siswa SMP

833

PANDEGLANG.BCO.CO.ID – Seorang guru honorer di salah satu SMP di Kabupaten Pandeglang, diamankan pihak kepolisian lantaran telah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap dua orang muridnya. Pelaku pencabulan anak dibawah umur itu yakni A-I berusia 48 tahun, mencabuli dua muridnya sendiri yang masih berusia 13 tahun.

Peristiwa pertama kali terjadi pada Jumat 10 Desember 2021 sekitar pukul 10.00 WIB. Awalnya, korban Mawar (Nama Samaran) yang sedang berada di sekolah dijemput pelaku untuk mengikuti perlombaan pencak silat di Pandeglang.

Namun sebelum ke lokasi perlombaan korban terlebih dahulu diajak pelaku untuk melakukan ziarah kubur, seperti biasanya pelaku mengajak korban untuk berdoa dan membakar menyan di lokasi tersebut. Pelaku yang memang memiliki niat jahat mengatakan bahwa akan memberikan ilmu pada korban sebelum memulai lomba pencak silat.

Setelah itu pelaku meminta korban untuk membuka kancing baju dan meraba bagian sensitifnya. Selanjutnya pelaku mengajak berpindah tempat ke suatu goa yang tidak jauh dari tempat ziarah.

A-I mengaku baru sekali melakukan aksi bejat kepada dua muridnya tersebut dengan modus yang sama, yakni agar menjadi juara di turnamen pencak silat. “Baru satu kali melakukan, untuk korban ada dua. Saya sebagai pelatih silat, untuk modusnya saya bawa ke pemakamam, karena kebiasaan kami sebelum turnamen kita melakukan ritual. Saya melakukan hal itu jauh dari pemakaman,” kata A-I, Jum’at 31 Desember 2021.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Pandeglang AKP Fajar Mauludi mengatakan, penangkapan oknum guru honorer tersebut berawal dari keluarga korban yang melaporkan langsung kepada pihak kepolisian. “Penangkapan itu dari laporan keluarga korban ke Polres Pandeglang, atas perbuatan cabul guru honorer yang kegiatan sehari-hari nya melatih silat,” kata AKP Fajar Mauludi, Kasat Reskrim Polres Pandeglang.

Dari hasil penyelidikan, pelaku melakukan aksinya di tempat pemakaman umum yang berada di Kecamatan Saketi, dengan modus berziarah dan memberikan ilmu dalam kepada dua siswa tersebut. Setelah itu, oknum guru honorer itu meminta agar muridnya membuka pakaian.”Korban sekarang ada dua, kita sudah melakukan visum dan barang bukti sudah kita amankan, untuk TKP sama yaitu tempat pemakaman umum, yang sudah disiapkan bunga-bunga,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 76D Jo Pasal 81 dan Pasal 76E Jo Pasal 82 Undang-undang RI nomor 17 tahun 2016, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-undang nomor 01 tahun 2016, tentang perubahan kedua atas, Undang-undang RI nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak. “Guru honorer tersebut dikenakan Undang-undang Perlindungan Anak, dengan ancaman 15 tahun penjara,” pungkasnya. []