Beranda Cuaca Jembatan di Jiput Putus Akibat Banjir Bandang

Jembatan di Jiput Putus Akibat Banjir Bandang

975

PANDEGLANG.BCO.CO.ID – Jembatan penghubung dua desa, yakni Desa Janaka dengan Desa Jaya Mekar, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, hanyut akibat diterjang banjir bandang yang terjadi pada Selasa 21 Desember 2021.

Kepala Desa Janaka, Ade Anhari menceritakan, banjir bandang tersebut menghanyutkan seluruh material jembatan sehingga tidak bisa lagi dilalui masyarakat. “Kejadiannya pukul 03:14 WIB dini hari yang menghanyutkan jembatan penghubung antara kampung Kadu Kami dengan Kampung Gading. Itu juga jalan alternatif Desa Jaya Mekar,” ujar Ade Anhari, Kades Janaka.

Ade menyebut, banjir bandang itu imbas dari luapan Sungai Cimajeung setelah hulunya yang berada di Gunung Aseupan diguyur hujan deras. “Banjir bandang dari Gunung Aseupan. Kemarin hujan dari hulu deras. Sebelumnya belum pernah mengalami hal itu,” sambungnya.

Akibat terputusnya jembatan sepanjang 30 meter itu, kini aktivitas masyarakat terhambat. Sebab untuk menuju ke desa tetangga, mereka harus memutar mencari jalan alternatif yang jauhnya sekitar 4-5 kilometer. “Sekarang masyarakat putar arah lebih jauh karena jembatannya terputus. Jaraknya sekitar 4-5 kilometer. Kami sudah melaporkan kejadian itu ke Pemda,” tutupnya.

Sekretaris Kecamatan Jiput, Muchtar memastikan, sebelum digerus banjir bandang, kondisi jembatan itu masih layak meski dibangun sekitar 20 tahun lalu. Karena jembatan itu kerap digunakan masyarakat untuk berdagang, mengangkut hasil tani, dan aktivitas anak sekolah. “Sebelumnya bisa dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Ini biasanya digunakan untuk anak sekolah, perdagangan, petani mengangkut hasil pertanian,” katanya.

Selain merusak jembatan, banjir bandang juga menyebabkan 5 hektare lahan sawah warga yang siap panen terendam serta merusak satu pondok pesantren yang berada di sepadan sungai. “Ada padi yang berusia 45 hari. Mungkin gagal panen. Kalau rumah kami belum menerima laporan kerusakan. Sekarang kami sedang berupaya membuat laporan dan masyarakat membuat jembatan sementara. Namun masyarakat berharap segera ada bantuan untuk membangun kembali mengingat keberadaannya vital untuk menunjang aktivitas,” pungkasnya. []