Beranda Bisnis Jelang Nataru, Harga Cabai Rawit di Pandeglang Capai Rp120 Ribu Per Kilogram

Jelang Nataru, Harga Cabai Rawit di Pandeglang Capai Rp120 Ribu Per Kilogram

808

PANDEGLANG.BCO.CO.ID – Jelang natal dan tahun baru (Nataru) 2022, sejumlah harga bahan pokok di Kabupaten Pandeglang, mulai merangkak naik. Salah satunya adalah harga cabai rawit kecil yang di jual dengan harga Rp120 ribu per kilogram. Menurut para pedagang di Pasar Badak, Kabupaten Pandeglang, kenaikan harga sudah terjadi sejak beberapa hari yang lalu secara bertahap.

“Kenaikan cabai ini baru dua hari,” kata Agus, salah satu pedagang, Rabu 15 Desember 2021.

Selain cabai rawit kecil, beberapa bahan sembako lainnya juga mengalami kenaikan, antara lain bawang merah dari harga normal Rp20 ribu kini menjadi Rp32 ribu rupiah per kilogram, cabai merah keriting dari harga Rp40 ribu menjadi Rp80 ribu. “Kalau yang lain harganya normal, yang lagi naik cabai rawit kecil, cabai merah kriting, dan bawang merah,” terangnya.

Kata Agus, selain menjelang natal dan tahun baru, kenaikan harga juga dikarenakan stok dari petani sedikit akibat cuaca buruk. Menurutnya banyak konsumen yang mengurangi pembeliannya, untuk mensisasati kerugian, para pedagang memilih mengurangi stok dagangannya. “Kenaikan ini mungkin karena cuaca buruk juga, stok petani pun tidak ada. Banyak konsumen yang mengeluh, dan kita juga tidak menyetok banyak-banyak,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang pembeli, Ijah mengatakan, akibat kenaikan harga sejumlah sembako tersebut, terpaksa mengurangi pembelian dari biasanya. Ijah yang ke sehariannya berjualan makanan, mengaku kesulitan dengan naiknya harga sejumlah bahan pokok tersebut, selain perekonomian warga sedang terpuruk, Ijah juga mengalami penurunan omset dagangannya. “Saya biasa beli dua kilogram sehari sekarang cuma beli seperempat, karena kalau beli banyak rugi juga tidak sesuai dengan dagangan saya,” katanya.

Para pedagang maupun pembeli berharap pemerintah daerah menggelar oprasi pasar, untuk menstabilkan harga yang di rasa sangat membebani masyarakat. “Saya berharap agar pemerintah segera turun tangan mengatasi kenaikan harga ini, karena selain perekonomian kami belum pulih, penjualan pun turun omset,” pungkasnya. []