Beranda Humaniora Hutan Mangrove Beralih Fungsi Jadi Tambak, Kawanan Monyet Jadi Tontonan di Jalur...

Hutan Mangrove Beralih Fungsi Jadi Tambak, Kawanan Monyet Jadi Tontonan di Jalur Wisata Tanjung Lesung

1599

PANDEGLANG.BCO.CO.ID – Kawanan monyet ekor putih kerap kali muncul di Jalan Raya Labuan Panimbang menuju wisata pantai tanjung lesung, Kabupaten Pandeglang. Kemunculan kawanan monyet itu menjadi tontonan warga yang melintas di jalur tersebut, bahkan tidak sedikit yang menyempatkan berhenti hanya sekedar untuk memberikan makanan  bagi kawanan monyet tersebut.

Pantauan di lokasi Minggu 05 Desember 2021, puluhan monyet itu muncul setiap sore hari ditepi jalan lantaran diduga karena hutan mangrove yang merupakan habitatnya telah rusak, karena pembangunan tambak udang di sekitar lokasi tersebut.

Salah seorang warga Panimbang, Rifat mengatakan, tidak tahu pasti penyebab banyaknya monyet yang berkeliaran pinggiran jalan tersebut, yang pasti  kemunculan monyet itu baru beberapa bulan terakhir. “Kalau penyebabnya saya kurang tau yah, tapi ini sudah lama munculnya, adanya itu setiap sore hari,” kata Rifat.

Sebelumnya warga belum pernah melihat puluhan monyet itu muncul di pinggir jalan. Namun menurutnya, warga merasa terhibur karena monyet-monyet tersebut tidak pernah mengganggu warga atau pengguna jalan. “Dulu mah tidak ada, baru ini aja. Tapi lumayan juga terhibur. Menurut warga sekitar munculnya monyet ini diduga karena hutan mangrove nya di jadikan tambak udang, ya monyet keluar karena habitatnya dirusak,” jelasnya.

Ari warga setempat juga mengatakan,sebelumnya di jalur tersebut merupakan hutan mangrove yang berbatasan dengan laut. Namun setahun terakhir, hutan mangrove tersebut beralih fungsi jadi tambak yang menyebabkan  kawanan monyet kerap menampakan diri untuk mencari makan ataupun yang lainnya. “Disinikan ada hutan mangrove, dulunya luas. Nah semenjak ditebang mangrovenya, monyet-monyet ini keluar sampai ke jalan. Karena dari sejak kecil, saya belum pernah lihat monyet di sini keluar. Semenjak mangrovenya ditebang, pada keluar sampai ke jalan,” kata Ari.

Di sebelah lahan sisa hutan mangrove itu memang sudah berdiri sebuah proyek tambak udang yang dibangun sejak tahun lalu. Berdasarkan penelusuran, tambak ini pun sempat disegel oleh pemerintah daerah pada Juni 2021 lantaran belum mengantongi izin operasional. Baru pada 22 November 2021, Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pandeglang mengeluarkan izin dan menyatakan tambak udang ini legal beroperasi tapi dengan sejumlah catatan. []