Beranda Peristiwa Warga Saketi Tetap Bertahan Tempati Rumah Rusak Akibat Pergeseran Tanah

Warga Saketi Tetap Bertahan Tempati Rumah Rusak Akibat Pergeseran Tanah

277

PANDEGLANG.BCO.CO.ID – Warga Kampung Kadu Embe, Desa Parigi, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, memilih bertahan di rumah yang ditempatinya meskipun rusak akibat terdampak pergeseran tanah pada peristiwa yang terjadi pekan lalu tersebut.

Meskipun pemerintah setempat sudah mengimbau agar tidak kembali menempati tempat tinggalnya. Namun hal tersebut tak diindahkan warga karena belum adanya solusi dari pemerintah, sehingga mereka terpaksa tetap menempati kediamannya itu kendati diselimuti rasa takut.

Sukarta, salah seorang warga yang rumahnya terdampak pergeseran tanah memilih tetap tinggal meskipun harus beresiko. “Kalau untuk pindah belum tahu, karena kalau kerumah saudara paling satu atau dua hari, kalau kelamaan saudara pasti tidak enak,” kata Sukarta, Selasa 30 November 2021.

Tidak adanya kepastian dari pemerintah daerah, lanjut Sukarta, membuatnya terpaksa tinggal di wilayah tersebut kendati harus dihantui perasaan takut karena tanah akan bergeser lagi. “Dari pemerintah kan belum jelas seperti apa, nanti kita pindah dibantu tidak membuat rumah, yang ini tidak diperbaiki, ya terpaksa disini dulu, walaupun was-was takut tanah bergerak lagi,” sambungnya.

Sementara itu Camat Saketi Hasan Bisri mengatakan, pihaknya telah memberikan himbuan agar warga yang rumahnya rusak atau yang terdampak pergeseran tanah agar tidak menepatinya lagi. “Pas saya cek ada sekitar 5 rumah yang rusak parah, dan sudah tidak layak ditempati, jadi dihimbau agar tidak ditempati lagi,” kata Bisri.

Dikatakan, ia sudah mengusulkan agar warga yang rumahnya terdampak pergeseran tanah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang agar tinggal di tempat yang lebih aman. Ia juga berharap agar bantuan untuk warganya bisa secepatnya disalurkan. “Kalau untuk bantuan makanan sudah, kalau untuk bantuan rumah karena ini harus pindah sudah di usulkan ke Dinsos, ya semoga secepatnya dibantu,” imbuhnya.

Sebelumnya, sebanyak 12 rumah warga mengalami kerusakan akibat curah hujan yang tinggi melanda wilayah tersebut beberapa hari terkahir peristiwa ini menimbulkan pergerakan tanah. Imbasnya 12 rumah mengalami kerusakan dari mulai rusak ringan hingga rusak parah yang hanya menyisakan ruang tamu saja. []