Beranda Pemerintahan Kerjasama Bareng NGO, Pemkab Pandeglang Gelar Simulasi Darurat Bencana Banjir

Kerjasama Bareng NGO, Pemkab Pandeglang Gelar Simulasi Darurat Bencana Banjir

127

PANDEGLANG.BCO.CO.ID – Lembaga Non Government Organization (NGO) asal Jakarta Selatan, Adventist Development and Relief Agency (ADRA) Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Pandeglang menggelar simulasi ruang darurat bencana banjir integrasi Covid-19. Kegiatan tersebut digelar bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang ketangguhan bencana, Kamis 18 November 2021.

Pantauan di lokasi, kegiatan ini digelar di ruang Pendopo Bupati Pandeglang dan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat dan komunitas kebencanaan yang ada di Kabupaten Pandeglang seperti KSB dan Tagana Pandeglang, selain itu TNI dan Polri, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait pun hadir dalam acara yang berlangsung selama dua hari.

Simulasi ruang darurat bencana banjir integrasi covid-19 ini merupakan kegiatan kepemimpinan lokal dalam kesiapsiagaan dan perlindungan bencana melalui penguatan lembaga dan staf yang handal. Serta pembelajaran berkelanjutan, salah satunya adalah simulasi penanganan bencana banjir. “Kegiatan ini untuk membangun kesiapsiagaan dalam bencana, khusunya disini banjir,” kata Aminudin, Project Manager ADRA Indonesia.

Ia menyebutkan, ada empat jenis pelatihan yang akan di berikan kepada peserta, baik dari instansi maupun non instansi. Di antaranya pelatihan standar, pelatihan kluster, pelatihan kaji cepat dan sebagainya. Diharapkan dengan adanya kegiatan tersebut, mampu meningkatkan keterampilan dan kesiapsiagaan sumber daya manusia dalam penanggulangan kebencanaan. “Keempat itu adalah bagian dari kesiapsiagaan bencana, jadi disini kita berikan pelatihan agar semua memiliki keterampilan dalam penanganan bencana,” terangnya.

Sementara itu, PJ Sekda Kabupaten Pandeglang Taufik Hidayat mengatakan, ada sekitar 11 dari 35 kecamatan  di Kabupaten Pandeglang yang masuk daerah paling rawan bencana banjir. Di antaranya, Kecamatan Sindangresmi, Panimbang dan Kecamatan Cikeusik. “Sesuai data ada 11 kecamatan yang langganan banjir dari tahun ke tahun, maka hari ini mempersiapkan penanganan itu semua,” kata Taufik.

 

Untuk itu, Taufik menilai kegiatan kontigensi penanggulangan bencana banjir ini sangat penting dilakukan, agar masyarakat mampu memahami apa yang seharusnya dilakukan saat terjadi bencana banjir. Selain kordinasi antara pihak pemerintah dan tokoh masyarakat perlu terjalin, karena menurutnya tanpa itu semua masyarakat tidak akan selamat dari banjir. “Diharapkan penanganan bencana ini harus menjadikan kekuatan besar, karena tanpa adanya pihak satu dan yang kain tidak akan ada kebersamaan. Karena pas dilokasi kan ada pihak kecamatan, desa dan lainnya,” pungkasnya. []