Beranda Cuaca BPBD Pandeglang Imbau Masyarakat Waspadai Fenomena La Nina

BPBD Pandeglang Imbau Masyarakat Waspadai Fenomena La Nina

215

PANDEGLANG.BCO.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang, mengimbau kepada masyarakat di belasan kecamatan yang ada di Kabupaten Pandeglang untuk mewaspadai adanya fenomena La Nina yang diperkirakan akan melanda pada Oktober 2021 sampai Februari 2022.

Hal itu diungkapkan oleh Plt Kepala Pelaksana BPBD Pandeglang, Rahmat Zultika saat ditemui diruang kerjanya, pada Kamis 11 November 2021.

“Berdasarkan informasi dari BMKG, Pandeglang itu masuk wilayah sedang sampai normal, curah hujan tinggi itu terjadi pada bulan Januari 2022, sebetulnya Pandeglang itu tidak terlalu tinggi, namun kita harus waspada karena ini seperti ramalan seperti itu,”kata Rahmat Zultika, Plt Kepala Pelaksana BPBD Pandeglang.

Dijelaskan, jika peringatan untuk mewaspadai akan adanya fenomena La Nina sudah disiarkan dan dikabarkan ke beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan akan adanya ramalan cuaca dari Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG). “Kita melalui group Camat dan OPD memberikan himbau kepada mereka terkait fenomena Lanina ini, yang pertama kita buat surat ke setiap OPD, kemudian kepada 35 camat yang dimana kita meminta kepada mereka selalu berkoordinasi kepada BPBD terkait dengan bencana ini,”jelasnya.

Selain menyebarkan informasi mengenai  ramalan fenomena La Nina itu, BPBD Pandeglang juga akan melakukan monitoring langsung agar mendapatkan data terbaru atau update. “Selain itu kita berikan juga nomor yang bisa mereka hubungi ketika ada bencana, dan terkahir bisa juga lewat aplikasi si tangguh di play store untuk melaporkan kebencanaan,”katanya.

Masih kata pria yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pandeglang, ke sebelas kecamatan yang sering terjadi bencana Banjir diantaranya, Pagelaran, Patia, Saketi, Sukaresmi, Cikeusik, Munjul, Pucung, Sindangresmi, Panimbang, Sobang, Angsana. “Dan untuk wilayah yang berpotensi Longsor diantaranya, Mandalawangi, Karangtanjung, Pandeglang, Majasari, Pulosari dan Jiput,” pungkasnya. []