Beranda Hukum dan Kriminal Penjual Burung Endemik Asal Cimanggu dan Cigeulis Dibekuk Satreskrim Polres Pandeglang

Penjual Burung Endemik Asal Cimanggu dan Cigeulis Dibekuk Satreskrim Polres Pandeglang

2574

PANDEGLANG.BCO.CO.ID – Polres Pandeglang mengungkap kasus perdagangan puluhan burung endemik dilindungi. Pelakunya DH (35) serta LH (21) warga Cimanggu dan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, diciduk tanpa melakukan perlawanan kepada polisi saat berada di rumahnya pada Kamis 04 November 2021.

Di lokasi tersebut, petugas menemukan puluhan burung endemik dilindungi yang dikurung dalam kandang berbagai ukuruan.

Kasatreskrim Polres Pandeglang AKP Fajar Maulidi menyampaikan, kedua pelaku mendapatkan burung tersebut dari warga yang kemudian disimpan untuk diperjua belikan kembali. “Pelaku ini membeli burung dari masyarakat dan ditampung di rumahnya terus dijualbelikan kembali melalui media sosial facebook dan whatsapp,” kata AKP Fajar Mauludi, Kasatreskrim Polres Pandeglang, Jumat 05 November 2021.

Dalam menjalankan modusnya, kedua pelaku membeli burung seharga Rp100 ribu hingga Rp300 ribu. Burung-burung dilindungi itu lalu dijual kembali dengan harga Rp450 hingga Rp900 ribu.

Adapun jenisnya yaitu 13 ekor burung Kangkareng dewasa dan tiga ekor burung Julang Emas dewasa. Mantan Kapolsek Puloampel, Polres Cilegon ini mengungkapkan, polisi juga mendapati tujuh ekor burung anakan kangkareng, dua ekor anakan julang emas serta 11 ekor burung anakan Beo Tiong Emas. “Mereka sudah menjalankan transaksi ini selama tiga bulan, tapi pengakuannya burung-burung ini belum sempat dijual ke luar. Kami masih selidiki lebih lanjut, meskipun motif pengakuannya karena faktor ekonomi,” ungkapnya.

Kepada petugas, salah seorang tersangka mengaku menjual burung dilindungi itu demi bisa membeli hewan peliharaan yaitu musang. “Uangnya buat beli musang lagi, pak. Buat hobi,” kata LH.

Ia menuturkan, burung tersebut ia dapatkan dari warga yang datang kepadanya. Kebetulan, di rumahnya pelaku memang membuka kios untuk menampung burung-burung ternakan yang ia jual kembali kepada pelanggannya.

“Saya kan punya kios, mungkin ada yang tahu kalau kios saya jual burung, akhirnya nawarin ke saya. Tapi saya enggak tahu orang yang jual (burung endemik) siapa, banyak soalnya yang datang bukan cuma satu orang,” imbuhnya.

LH juga mengaku tak tahu jika burung-burung yang ia dapatkan tersebut merupakan hewan yang dilindungi oleh negara. Semenjak setahun lalu membuka usaha jual beli burung di kiosnya, ia hanya mengetahui burung jenis Julang Emas lah yang dilarang untuk diperjualbelikan. “Buka kios udah setahun, tapi beli burung (endemik) ini baru tiga bulan. Saya tahunya cuma julang emas doang yang dilarang, kalau yang kangkareng itu enggak tahu kalau dilindungi,” pungkasnya.

Atas perbuatannya, DH dan LH kini harus mendekam di penjara. Mereka disangka melanggar Pasal 40 ayat 2 jo Pasal 21 ayat 2 hurut a UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. []