Beranda Hukum dan Kriminal Di Pandeglang, Mantan Kades dan Anaknya Korupsi Dana Desa Rp418 Juta

Di Pandeglang, Mantan Kades dan Anaknya Korupsi Dana Desa Rp418 Juta

2660

PANDEGLANG.BCO.CO.ID – Polres Pandeglang menahan mantan Kepala Desa Sodong, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, berinisial S-J (50) dan anaknya Y-P (29) karena disangka telah melakukan korupsi Dana Desa (DD) tahun anggaran 2019 sebesar 418 juta rupiah, Rabu 27 Oktober 2021.

S-J dan Y-P menjadi tersangka setelah adanya laporan dari masyarakat terkait program dada desa tahun 2019 sebesar 772 juta rupiah yang diperuntukkan empat bidang, yakni Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Bidang Pembangunan Desa, Pembinaan Desa, dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, serta Penyertaan Modal BUMDes tidak tercapai.

Keduanya menyerahkan diri, karena sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Polres Pandeglang pada bulan Agustus 2021 lalu melalui surat bernomor STAP/55/VII/2021/Reskrim tentang penentuan status tersangka.

AKBP Shinto Silitonga mengungkapkan, hasil pemeriksaan yang dilakukan pihak Polres Pandeglang terhadap mantan Kades dan Kaur Keuangan Desa Sodong itu telah ditemukan ada kerugian negara atas tindakan dugaan korupsi yang dilakukan kedua tersangka.

“Dari total DD Sodong TA 2019 Rp772 juta, pada pelaksanaannya hanya digunakan Rp354 juta. Sehingga kami melakukan pemeriksaan dan ditemukan sisanya Rp418 juta diduga dikorupsi oleh mantan Kades dan Kaur Keuanganya yang merupakan anak bersangkutan,” ungkap Shilton, saat konferensi pers.

Dana sebesar Rp418 juta lebih itu menurutnya, diduga digunakan oleh kedua tersangka untuk kepentingan pribadi dan diberikan kepada orang-orang yang tak berhak.

Tindakan menggunakan uang DD Rp418 juta yang dilakukan tersangka itu tegas Kasat Reskrim, telah melanggar pasal 2 ayat 1 dan atau pasal 3 Jo pasal 18 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana Korupsi Jo UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KHUP.

“Atas perbuatannya, pelaku terjerat 20 tahun penjara. Sebelum kita tangkap, kedua pelaku sudah menyerahkan diri setelah Pilkades 2021 kemarin,” pungkasnya.

S-J, pelaku atau mantan Kades Sodong mengatakan, uang tersebut ia gunakan untuk kepentingan pribadi atau untuk urusan rumah tangganya, hal itu dilakukan karena gajih sebagai kepala desa tidak cukup untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.

“Kalau pembangunan fisik ada, uang itu saya gunakan untuk keluarga, karena anak saya juga kuliah,” singkatnya. []