Beranda Infrastruktur Jembatan Ambruk, Warga Naik Rakit Bambu Sebrangi Sungai

Jembatan Ambruk, Warga Naik Rakit Bambu Sebrangi Sungai

793

PANDEGLANG, BCO.CO.ID – Sepekan setelah ambruknya jembatan gantung di Sungai Ciliman yang menghubungkan dua kecamatan, yakni Kecamatan Sindangresmi dan Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, warga sekitar terpaksa harus memanfaatkan rakit bambu untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Tidak hanya itu, kendaraan roda dua dan barang-barang milik warga pun ikut diangkut naik rakit yang hanya memiliki panjang 5 meter dan lebar dua meter. Meskipun takut, hal tersebut dilakukan karena akses yang lainnya memerlukan waktu yang cukup lama untuk ditempuh.

Wandi (12) salah seorang siswa yang merupakan warga Desa Pasirloa, Kecamatan Sindangresmi, mengeluhkan akses utama menuju sekolahnya masih belum diperbaiki. Meskipun takut, ia terpaksa harus menaiki rakit yang hanya dibuat dari bambu yang di ikat menggunakan tali.

“Kalau dibilang takut ya takut, mau bagaimana lagi ini akses terdekat ke sekolah. Kalau muter mungkin 2 jam ke sekolah,” kata Wandi, Senin 25 Oktober 2021.

Ia menyebutkan, sebelum adanya perahu rakit yang terbuat dari bambu ia dan temannya terpaksa tidak ikut belajar di sekolah. Dikarenakan takut jika harus memaksakan melintas di jembatan yang ambruk. “Engga sekolah, kan tidak bisa melintas. Ini aja jembatan baru ada tiga hari,” jelasnya.

Sementara itu, Romi salah satu pedagang tahu juga mengatakan, jembatan gantung yang ambruk pada minggu lalu ini merupakan akses terpenting bagi masyarakat di dua kecamatan. Ia yang sering melintasi jembatan tersebut berharap jembatan gantung di atas sungai ciliman segera diperbaiki oleh pemerintah.

“Saya hampir setiap hari lewat sini, karena ini jembatan akses utama dan terdekat untuk kerumah saya. Jembatan ini penting banget untuk perekonomian masyarakat, saya berharap agar jembatan ini secepatnya diperbaiki,” pungkasnya.

Diketahui, jembatan gantung ciliman yang panjangnya mencapai 50 meter dan lebar satu meter setengah itu ambruk akibat tali penyangga putus, yang diduga dirusak oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. []