Beranda Humaniora Harga Cabai Merah Kriting Dan Bawang Merah di Pandeglang Naik 50 Persen

Harga Cabai Merah Kriting Dan Bawang Merah di Pandeglang Naik 50 Persen

290

PANDEGLANG, BCO.CO.ID – Sejumlah bahan kebutuhan dapur seperti cabai merah kriting dan bawang merah di Pasar Badak Kabupaten Pandeglang mengalami kenaikan. Bahkan kenaikan tersebut bisa mencapai 40-50 persen dari harga sebelumnya.

Pantauan di lokasi, harga cabai merah kriting mengalami kenaikan dari harga Rp12.000 kini Rp40.000 per kilogram, sedangkan harga bawang merah dari harga Rp15.000 kini Rp30.000 per kilogram. Adapun untuk harga komoditas lainnya, seperti bawang putih Rp30.000 dari harga Rp22.000, tomat Rp10.000 dari Rp8.000 per kilogram, dan cabai rawit Rp25.000 dari Rp20.000.

Salah seorang pedagang di Pasar Badak Pandeglang, Aas menuturkan, kenaikan harga tersebut sudah berlangsung selama satu pekan. Kata Aas, kemungkinan besar kenaikan harga dipengaruhi karena pasokan cabai merah kriting dan bawang merah yang langka. “Kenaikan sudah satu Minggu, biasanya karena di Pandeglang kurangnya petani bawang dan cabai jadi pasokan kurang, dan pasokan yang dari kota lain yang masuk,” kata Aas, saat ditemui di Pasar Badak, Selasa 12 Oktober 2021.

Ia menuturkan, akibat kenaikan harga tersebut banyak pembeli yang mengeluh namun mereka tidak bisa berbuat banyak karena kenaikan harga bukan hanya terjadi di Pasar Badak Pandeglang melainkan hampir di sejumlah pasar di Kabupaten Pandeglang. “Kalau yang ngeluh banyak, tapi ya mau gimna lagi, kita juga jualnya pas-pasan,” jelasnya.

Ia pun terpaksa harus mengurangi bahan kebutuhan dapur yang mengalami kenaikan namun tidak sampai mengurangi jumlah beratnya, agar pembeli tidak kabur. “Saya tetap melayani berapa pun pembeli mau membeli karena kasihan, ya paling disiasati aja ke bahan yang murah” terang Aas.

Hal serupa juga dikatakan pedagang lainnya,  Rohim mengatakan, bahwa ia mengalami penurunan omzet yang cukup tinggi. Selain itu bawang merah dan cabai merah kriting yang ia jual pun banyak yang busuk dan tak terjual, akibat harga yang tinggi dan pembeli pun tidak ada. “Biasanya sehari habis 10 kilogram, kalau sekarang susah 10 kilogram paling habis 3 hari. Barang jadi busuk, pembeli susah juga, paling ada yang beli seperempat,” imbuh Rohim.

Sementara itu, Erin salah seorang pembeli mengaku merasa keberatan dengan kenaikan harga bumbu dapur. Namun dirinya tidak bisa berbuat apa-apa karena hal itu sudah sering terjadi. Dirinya hanya berharap harga-harga bumbu dapur bisa segera normal kembali. “Bumbu buat dagangan saya paling dikurangi kalau harga bahan dapur naik seperti ini. Ya mau gimna lagi, ini kan sudah sering terjadi,” singkat Erin. []