Beranda Humaniora Miris, Satu Keluarga di Labuan Tinggal Digubuk Bareng Ayam Ternak

Miris, Satu Keluarga di Labuan Tinggal Digubuk Bareng Ayam Ternak

2492

PANDEGLANG, BCO.CO.ID – Satu keluarga tak mampu warga Kampung Picungbera, Desa Banyu Biru, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, terpaksa harus tinggal di gubuk reot nyaris roboh bersama ayam ternak yang dipeliharanya.

Keluarga Sukanta (55) bersama seorang istri dan lima orang anaknya tinggal di gubuk bambu berukuran 4×2 meter. Dari pengakuannya, Sukanta sudah 17 tahun tinggal di rumah yang berdiri dilahan milik orang lain tersebut. Bangunan rumah yang sempit dengan dinding bilik bambu yang sudah rapuh dan atap yang terbuat dari anyaman daun rumbia, kerap kali bocor jika hujan deras turun. “Sudah 17 tahun tinggal disini, ini lahan milik Haji Yakub, saya disini cuma numpang saja, namanya juga tidak punya apa-apa,” kata Sukanta, saat ditemui di kediamannya, Kamis 07 Oktober 2021.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Sukanta hanya mengandalkan hasil bumi yang ditanamnya sendiri, seperti buah buahan dan sayuran, yang nantinya di jual ke pasar ataupun didepan rumahnya. “Untuk kebutuhan dari hasil bertani, ini kan lahan punya orang saya tanemin juga, dari hasilnya saya jual untuk kebutuhan hidup,” terangnya.

Sukanta mengaku pernah mendapatkan bantuan penerima keluarga harapan atau PKH sebesar Rp200 ribu empat bulan yang lalu, begitu pula dengan bantuan Covid-19 yang pernah diterimanya satu kali sebesar Rp1,2 juta pada bulan Juni 2021 yang lalu. “Bantuan cuma PKH itu pun sudah beberapa bulan cuma 200 ribu rupiah, bantuan UMKM sekali saja, yang lainnya tidak dapat,” tuturnya.

Kini Sukanta berharap, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pandeglang dapat membantu membangunkan rumah yang lebih layak untuk ditinggalinya bersama istri dan kelima orang anaknya. “Ya mudah-mudahan Pemerintah bisa membantu saya baik segi ekonomi maupun membantu membuatkan rumah yang layak untuk saya dan keluarga saya,” harapnya.

Sementara itu, Sekertaris Desa Banyubiru, Ahmad Hasanudin mengatakan, pihaknya kesulitan untuk mengajukan pembangunan rumah milik Sukanta tersebut, pasalnya tanah yang ditempatinya sekarang milik orang lain. “Kita dari desa kesulitan juga karena tanah bukan milik Bapak Sukanta, itu punya orang lain,” jelas Ahmad Hasanudin, Sekdes Banyu Biru.

Namun pihak desa banyu biru mengaku terus mengusakan untuk mencari lahan dan membangunkan rumah yang lebih layak untuk ditinggali Sukanta. Selain itu, beberapa bantuan juga telah diberikan kepada sukanta dan keluarganya. “Kita akan usahakan, bagaimana pun Sukanta adalah warga kita, adapun untuk bantuan alhamdulillah ada beberapa yang diterima atau didapatkan untuk Keluarga Sukanta,” pungkasnya. []