Beranda Humaniora Peringati Hari Badak Sedunia, Relawan Pariwisata Pandeglang Gelar Clean Beach di Pulau...

Peringati Hari Badak Sedunia, Relawan Pariwisata Pandeglang Gelar Clean Beach di Pulau Panaitan

521

PANDEGLANG, BCO.CO.ID – Dalam rangka memperingati hari badak sedunia yang jatuh tanggal 22 September 2021, puluhan relawan dan penggiat wisata di Kabupaten Pandeglang dijadwalkan bakal melakukan aksi sosial berupa aksi bersih-bersih pantai di Pulau Panaitan, Taman Nasional Ujung Kulon, Kabupaten Pandeglang pada tanggal 24-25 September 2021 mendatang.

Ketua Asosiasi Pokdarwis Pandeglang Huddan Zulkarnaen menyampaikan, peringatan serta aksi yang akan dilakukan tersebut merupakan langkah relawan untuk menjaga lingkungan di sekitar Taman Nasional Ujung Kulon. Selain itu, langkah itu juga untuk mempromosikan wisata di sekitar Taman Nasional Ujung Kulon dalam rangka pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19. “Nantinya selain kegiatan beach clean up, kita juga bakal ada sesi diskusi untuk mempromosikan pariwisata di wilayah kita dalam rangka pemulihan ekonomi pasca Covid-19,” kata Huddan Zulkarnaen, Ketua Asosiasi Pokdarwis Pandeglang kepada BCO Media, Rabu 22 September 2021.

Dijelaskan, lokasi Pulau Panaitan dipilih sebagai tempat untuk kegiatan lantaran banyaknya sampah musiman yang terbawa ombak laut. Tak hanya itu, pulau ini juga merupakan wilayah yang banyak dihuni oleh hewan-hewan langka dilindungi untuk menjaga kelestariannya. “Karena sampahnya musiman, perlu kita bersihkan untuk menjaga kelestarian alamnya,” jelasnya.

Huddan mengungkapkan, aksi relawan dan penggiat wisata ini merupakan inisiatif mereka tanpa bantuan dari pemerintah setempat. Pasalnya, kegiatan tersebut dilakukan secara sukarela dengan sistem iuran antar peserta. “Bukanlah program titipan instansi pemerintah, melainkan inisiasi masyarakat lokal di Ujung Kulon alias 0 rupiah. Maka untuk itu diberlakukan patungan untuk kebutuhan operasional kegiatan agar kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik,” terangnya.

Diharapkan, kegiatan tersebut berjalan baik meskipun tidak dibantu oleh pemerintah sekitar. Nantinya, ada sejumlah perwakilan relawan dari setiap daerah yang ikut serta pada kegiatan ini dan menjadi narasumber saat diskusi berlangsung. “Ada teman-teman yang akan sharing terkait lingkungan, promosi wisata untuk menarik wisatawan maupun memulihkan ekonomi tanpa merusak lingkungan,” imbuh Huddan. []