Beranda Hukum dan Kriminal Digugat Pengusaha Beras ke Pengadilan, Ida Hamidah: Itu Hanya Ngada-Ngada Dia Saja

Digugat Pengusaha Beras ke Pengadilan, Ida Hamidah: Itu Hanya Ngada-Ngada Dia Saja

399

PANDEGLANG, BCO.CO.ID – Anggota DPRD Provinsi Banten Ida Hamidah yang digugat pengusaha beras Ating Saepudin (63) ke Pengadilan Negeri (PN) Pandeglang, membantah keras tuduhan mantan suami sirinya itu yang menyebut jika Ida memiliki hutang Rp1,7 miliar bekas biaya kampanye pencalonannya pada Pemilu 2019 lalu.

Saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Ida menyebut gugatan mantan suami sirinya itu hanya mengada-ngada. Pasalnya, uang tersebut memang berasal dari Ating dan yang digunakan untuk biaya kampanye Pileg karena statusnya saat itu merupakan istri dari pengusaha beras tersebut. “Itu hanya ngada-ngada dia saja, tidak pernah saya punya hutang sebesar itu,” kata Ida Hamidah, Anggota DPRD Provinsi Banten, Kamis 26 Agustus 2021 .

Ida menegaskan, urusan piutang yang jadi gugatan ke pengadilan itu merupakan keinginan Ating sendiri. Ida tak pernah merasa bersepakat dengan pengusaha beras asal Pandeglang ini karena memang uang yang dihitung menjadi utang itu merupakan haknya selama menjadi istri Ating.

Terkait uang Rp1,7 miliar yang dipermasalahkan Ating, Ida membantah dan berani membuka tuduhan tersebut. Ia menegaskan, selama ini hanya menghabiskan biaya kampanye paling banyak Rp1,3 miliar – Rp1,5 miliar untuk kebutuhan kunjungan ke beberapa konsituen dan membeli alat peraga kampanye. “Jadi kalau dia hitungnya jadi Rp 1,7 miliar, itu tuh sebenarnya sama kebutuhan kampanye anaknya juga yang nyalon dewan. Tapi waktu itu anaknya enggak lolos, ya berarti bukan salah saya dong,” tuturnya.

Masih kata Ida, ia mengaku sudah mengganti uang yang digunakannya untuk biaya kampanye sebesar Rp1,3 miliar. Uang itu pun Ida dapatkan dari pinjaman ke bank atas desakan mantan suami sirinya supaya menggadaikan SK keanggotaan dewan. “Begitu saya dilantik, dia minta pinjaman SK dewan itu dicairkan. Maksimalnyakan Rp1 miliar, itu diambil sama dia semua uangnya. Terus, honor kunker saya selama jadi anggota dewan pas jadi istrinya juga diambil sama dia, totalnya nyampe Rp300 juta. Itu enggak saya ambil karena wajib disetorkan dan dicatat sama karyawan mantan suami saya di kantornya, jadi semunya Rp1,3 miliar,” beber Ida.

Perempuan yang kini menjabat Sekretaris Komisi I DPRD Banten menganggap gugatan mantan suaminya itu tidak mendasar. Selain tidak adanya bukti hitam di atas putih, masalah itu pun dulunya merupakan urusan rumah tangga dan bukan merupakan persoalan bisnis. Ida pun mengaku santai-santai saja menghadapi gugatannya di PN Pandeglang. “Jujur, bukan saja saya dituduh punya utang Rp1,7 miliar, mobil pribadi saya juga disita, rumah tidak ada, sertifikat tanah diambil, semua diambil oleh dia. Saya waktu itu keluar rumah tidak bawa apa-apa, tapi kini ditagih hutang Rp1,7 miliar. Makanya, saya sih santai saja. Dia enggak punya fakta hukumnya yang kuat. Kita lihat saja prosesnya seperti apa, biar waktu yang membuktikan siapa yang benar,” pungkasnya. []