Beranda Hukum dan Kriminal Pengusaha Beras di Pandeglang Gugat Anggota Dewan Banten Soal Hutang Rp1,7 M

Pengusaha Beras di Pandeglang Gugat Anggota Dewan Banten Soal Hutang Rp1,7 M

583

PANDEGLANG, BCO.CO.ID – Seorang pengusaha beras di Kabupaten Pandeglang bernama Ating Saepudin (63) menggugat seorang Anggota DPRD Provinsi Banten Fraksi PPP yang juga mantan istrinya ke Pengadilan Negeri Kelas II Pandeglang, Rabu 25 Agustus 2021.

Gugatan tersebut dilayangkan lantaran sang mantan istri yang saat ini menjadi anggota dewan di Provinsi Banten tidak memenuhi kewajibannya untuk membayar hutang sebesar Rp1,7 miliar rupiah.

Pantauan di lokasi, Ating bersama dua kuasa hukumnya pada kesempatan itu menyampaikan, jika mantan istri sirinya itu menjanjikan untuk membayar utang sebesar Rp1,7 miliar dengan cara dicicil hingga tiga tahun terhitung sejak tahun 2020. Ia menyebut, uang itu digunakan IH untuk biaya kampanye pencalonannya di DPRD Banten 2019 silam. “Kedatangan saya ke sini mencari keadilan. Dia menjanjikan mau bayar tapi sampai sekarang dia itu tidak ada itikad baik dan malah menghilang,” kata Ating, kepada wartawan.

Sementara di tempat yang sama, kuasa hukum Ating, Agus Ependi menyatakan gugatan yang disampaikan ke PN Pandeglang karena kliennya telah dirugikan oleh IH. IH sebelumnya menjanjikan mau membayar uang sebesar Rp 1,7 miliar dengan cara dicicil selama tiga tahun, namun pada bulan April IH tak memenuhi janjinya membayar uang Rp 200 juta yang merupakan bagian cicilan sesuai kesepakatan yang telah dibuat. “Kalau total keseluruhan Rp1,7 miliar. Tapi dia (IH-Red) janji akan menyelesaikan kewajibannya membayar uang kepada klien kami Rp200 juta pada April lalu, tapi pada akhirnya belum juga diselesaikan,” ujar Agus.

Disebutkan, uang itu dulunya digunakan oleh IH untuk biaya pencalonannya yang maju ke DPRD Banten dari PPP. Namun setelah berpisah, IH berjanji mau membayar semua uang kebutuhan pencalonannya itu dengan cara dicicil. Ia juga mengaku sudah mengantongi bukti tertulis terkait janji dari IH tersebut. “Ada perjanjiannya secara kontraktual. Makanya kami layangkan gugatan ini ke pengadilan karena yang bersangkutan tidak memiliki itikad untuk menyelesaikan tanggung jawabnya kepada klien kami,” tuturnya.

Terpisah, kuasa hukum IH, Endang Sujana menegaskan kliennya tetap ngotot tak merasa memiliki utang terhadap pihak penggugat. Menurut Endang, gugatan itu pun tak mendasar karena IH telah menjalankan kewajibannya saat masih berstatus sebagai istri Ating Saepudin. “Ini kan permasalahan rumah tangga, kejadiannya juga kan mereka pernah berstatus sebagai suami istri. Kan sangat tidak logis ketika dibilang utang piutang atau wanprestasi, bagi kami janggal kalau istri dikatakan wanprestasi ataupun ingkar janji bahwa dia tidak melaksanakan pembayaran hutang tersebut,” kata Endang singkat.

Sebagai informasi, Ating Saepudin dan IH sepakat bercerai pada akhir 2020 lalu, namun keduanya membuat kesepakatan tentang biaya yang telah digunakan IH selama kampanye sebesar Rp3 miliar rupiah untuk dikembalikan. IH sempat membayar sekitar 1,3 miliar dan sisanya dicicil selama tiga tahun. []