Beranda Humaniora Tak Jauh dari Pendopo Bupati Pandeglang, Nenek Ini Tinggal di Rumah Reot

Tak Jauh dari Pendopo Bupati Pandeglang, Nenek Ini Tinggal di Rumah Reot

523

PANDEGLANG, BCO.CO.ID – Seorang nenek berusia 59 tahun, yakni Asmanah warga kampung Canggoang Masjid, Kelurahan Juhut, Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang, harus hidup di rumah tidak layak huni bersama satu anak dan satu cucunya.

Mirisnya, sang nenek tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah daerah setempat, padahal lokasi rumah sang nenek tidak jauh dari pusat kota Pandeglang, yang hanya sekitar 3 kilometer dari Pendopo Bupati.

Asmanah tinggal di bangunan rumah yang terbuat dari bilik bambu dan triplek yang tampak usang dan banyak yang rusak. Sang cucu terpaksa harus tinggal bersamanya, lantaran kedua orang tuanya meninggal dunia 10 tahun silam. Sementara sang anak laki-lakinya yang berusia 24 tahun belum mendapatkan pekerjaan tetap, sehingga penghasilannya pun tidak menentu. Nenek Asmanah sendiri merupakan seorang janda yang ditinggal sang suami belasan tahun yang lalu karena meninggal dunia.

“Saya punya 4 anak, dua meninggal dunia, satu di Jakarta tidak pernah pulang salama 2 tahun, dan satu lagi bungsu tinggal di sini,” kata Asmanah, saat ditemui dirumahnya, Kamis 12 Agustus 2021.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari hari, Asmanah hanya bekerja serabutan, itu pun jika tetangganya membutuhkan tenaganya untuk mencuci atau membantu pekerjaan rumah lainnya. “Ya untuk sehari-hari saya kerja serabutan, apa saja saya lakuin yang penting ada penghasilan,” terangnya.

Asmanah mengaku, selama ini ia tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah, seperti PKH, BST, atau pun BLT, bahkan bantuan Covid-19 pun ia tidak pernah merasakannya. Padahal nenek Asmanah selalu dimintai dokumen kependudukan oleh ketua RT maupun RW setempat, namun pada kenyataannya sang nenek tidak pernah menerima bantuan. “Belum pernah dapat bantuan apapun dari pemerintah, terakhir itu cuma bantuan raskin yang harus ditebus, dari situ tidak ada lagi,” tuturnya.

Ia berharap pemerintah dapat membantu perekonomiannya, yang harus meneruskan pendidikan cucunya melanjutkan sekolah menengah pertama. “Bantuan apapun pasti saya terima, apalagi cuci saya mau masuk sekolah SMP, kalau tidak sekolah kasian, pasti nangis juga ngeliat temennya sekolah dia tidak,” pungkasnya.

Sementara Plt Kelurahan Juhut, Muhtadi mengatakan, pihaknya sudah berupaya mengajukan berbagai bantuan untuk nenek Asmanah, seperti program BSPS, BPNT dan PKH.

Namun pihaknya hanya sekedar mengusulkan, menurutnya keputus ada di Kementrian Sosial. Ia juga menegaskan nenek Asmanah kini sudah terdaftar di data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) Kelurahan Juhut. “Kita Pemerintah Kelurahan sudah berupaya, cuma kan ketentuan ada di Kementrian Sosial. Ya semoga aja secepatnya bisa masuk progam yang sudah di usulkan. InsyaAllah 2023 rumah Asmanah masuk program BSPS,” singkatnya. []