Beranda Humaniora Menderita Kanker Darah, Gadis Remaja Ini Butuh Uluran Tangan

Menderita Kanker Darah, Gadis Remaja Ini Butuh Uluran Tangan

408

PANDEGLANG, BCO.CO.ID – Amel (14) gadis remaja asal Kampung Kadu Dampit, Desa Pasir Karag, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, hanya bisa terbaring lemah karena menahan sakit yang dialaminya selama kurang lebih 7 bulan akibat kanker darah atau penyakit leukimia.

Diceritakan Yusti orang tua Amel, awal muka penyakit yang diderita anaknya itu terjadi saat Amel hendak mengambil air di kamar mandi pondok yang tanpa sengaja terpeleset kemudian terjatuh. Usai kejadian itu, kondisi Amel kian memburuk karena sudah tidak kuat menahan sakit pada bagian kaki, dan timbul kemerahan pada bagian mata. “Parah-parahnya banget itu udah hampir 6 bulanan, jatuh pas lagi mondok di Kadu pinang. Jadi ada air habis ambil wudhu, terus terpeleset sampai jatuh. Terus bagian pantatnya yang terduduk. Setelah 1 bulan pulang, pas pulang kerasa begitu. Jadi kakinya sakit langsung, nyalur ke matanya bengkak merah,” kata Yusti, Senin 02 Agustus 2021.

Sedangkan, saat ini pihak keluarga hanya bisa berpasrah lantaran kondisi Amel yang makin hari kian memburuk. Tak jarang, Amel selalu menjerit menahan pedih pada matanya ketika sedang dibaringkan ditempat tidur di rumahnya itu. “Setiap malam menangis, dia berusaha menutup matanya. Karena cahaya lampu pun terasa perih di mata Amel, mangkanya kita tutup dengan kain,” terangnya.

Menurutnya, berdasarkan hasil dari pemeriksaan dokter anaknya dinyatakan terkena penyakit leukimia (Kanker darah). Diketahui, Amel merupakan anak ke 4 dari 5 bersaudara. Yang mana, ayah Amel hanya bekerja sebagai pedagang nasi di Jakarta sedangkan ibunya hanya sebagai ibu rumah tangga. “Dari dokter itu, waktu di RSCM sudah dua kali melakukan kemo terapi. Tapi karena kehabisan biaya, jadinya di bawa pulang,” ungkapnya.

Sementara, untuk bantuan dari pemerintah setempat. Yusti menerangkan, jika selama ini tidak pernah sekalipun menerima bantuan biaya untuk pengobatan anaknya tersebut. “Belum ada, dari Kelurahan, Kecamatan, maupun Kabupaten. Saya berharap, semoga ada uluran tangan dari para dermawan yang memiliki rejeki lebih untuk membantu pengobatan anak saya,” ucap Yusti lirih. []