Beranda Hukum dan Kriminal Polisi Ringkus Pelaku Pembunuh Sadis Petani di Cipeucang

Polisi Ringkus Pelaku Pembunuh Sadis Petani di Cipeucang

4188

PANDEGLANG, BCO.CO.ID – Satreskrim Polres Pandeglang akhirnya berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis terhadap Suganda (50), seorang petani yang ditemukan tewas secara mengenaskan dengan luka bacok di bagian dada serta luka gorok pada leher.

Sebelumnya korban Suganda, ditemukan meninggal bersimbah darah di sebuah gubuk di area persawahan di Kampung Jemah, Desa Koncang, Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang, Senin 26 Juli 2021 lalu.

Berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan polisi, pelaku berinisial K-L (60) ternyata diketahui merupakan seorang petani dan tetangga korban di kampungnya. Pelaku tega membunuh korban lantaran memiliki dendam kepada orangtua korban semenjak 15 tahun lalu. “Pelaku berinisial K-L, pelaku ini adalah warga (Tetangga-Red) korban juga. Dari hasil penyelidikan pelaku mengaku dendam kepada bapak korban sejak 15 tahun yang lalu,” ungkap AKBP Hamam Wahyudi, Kapolres Pandeglang, Rabu 28 Juli 2021.

Dijelaskan, beberapa hari sebelum pembunuhan itu dilakukan tersangka dibuat kesal oleh korban yang tidak mau membayar listrik. Selain itu, saat aksi sadisnya berlangsung korban sempat melakulan perlawanan dan lari ke gubuk di sawah. Namun korban tak berdaya saat terkena sabetan senjata tajam yang di layangkan tersangka ke tubuh korban secara bertubi-tubi. “Selain dendam kepada orang tua korban, pelaku juga kesal karena korban tidak pernah bayar listrik, karena aliran listrik korban menyambung dengan rumah pelaku,” jelasnya.

Dari hasil penangkapan terhadap K-L, polisi mendapati sejumlah barang bukti yang digunakan tersangka untuk menghabisi nyawa korban. Barang bukti itu di antaranya, sebilah golok, serta pakaian yang dikenakan K-L pada saat kejadian.

Akibat perbuatannya itu, tersangka K-L dijerat dengan Pasal 338 KUHP Tentang Pembunuhan, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun. “Pelaku sudah kita amankan, dan pelaku terancam hukuman 15 tahun penjara,” pungkas Hamam. []