Beranda Humaniora Hari Anak Nasional, PP Pandeglang Beri Obat Cacing pada Anak Berkebutuhan Khusus

Hari Anak Nasional, PP Pandeglang Beri Obat Cacing pada Anak Berkebutuhan Khusus

154

PANDEGLANG, BCO.CO.ID – Memperingati Hari Anak Nasional tahun 2021, Pengurus Cabang Sapma Pemuda Pancasila Kabupaten Pandeglang membagikan obat cacing kepada belasan siswa di Sekolah Berkebutuhan Khusus Korpri Pandeglang, Jumat 23 Juni 2021.

Ketua PC Sapma Pemuda Pancasila Kabupaten Pandeglang Novie Sucitra mengatakan, kegiatan pemberian obatan cacing ini sengaja dilakukan di Sekolah Berkebutuhan Khusus karena dinilai kurangnya perhatian pemerintah daerah terhadap anak anak disabilitas dari segi kesehatan. “Pertumbuhan dan perkembangan anak ini perlu perhatian khusus, jadi kita sengaja kesini karena sekolah ini siswanya kurang perhatian, khusus dari pemerintah,” kata Novie.

Ia menuturkan, kegiatan hanya diikuti beberapa siswa  karena pihaknya tetap ingin menjaga protokol kesehatan agar tidak menimbulkan kerumunan. Selain memberikan penunjang kesehatan, pihaknya juga memberikan edukasi kepada orang tua siswa bagaimana mengurus anak difabel yang baik. “Kita berikan obat cacing, hand sanitizer, vitamin dan masker kepada siswa, hal tersebut dilakukan sebagai upaya memberikan edukasi pentingnya menjaga kekebalan tubuh, agar tidak mudah terpapar penyakit infeksi cacing,” terangnya.

Tidak hanya itu, Pasma PP Pandeglang juga turut menggandeng seorang Psikolog untuk memberikan psiko edukasi kepada orang tua siswa, hal tersebut dilakukan karena menurutnya membesarkan anak berkebutuhan khusus atau difabel harus adanya perbedaan pelakuan. “Anak yang mampu makan dan mandi sendiri maka itu bisa didampingi, tapi pada level berat misalkan bangun dari tempat tidur, tidur dan mandi itu harus dibantu. Nah itu maksud dari psiko edukasi, kadang kadang ada orang tua yang belum menerima si anaknya dan masih ingin menyamakan anaknya dengan anak yang normal,” kata Rika Kartikasari, Psikolog Anak Difabel.

Namun ia bersyukur, karena orang tua siswa di Sekolah Berkebutuhan Khusus ini dapat memahami dan menerima anaknya yang kondisinya tidak seperti anak normal. “Nah itulah yang kita psiko edukasi kepada orang tua bahwa dia memiliki anak berkebutuhan khusus dan metal sang ibunya bagaimana merawat anaknya itu. Alhamdulillah responnya baik, ternyata mereka sudah memahami dan menerima anak mereka. Dan mereka merawat dengan baik,” pungkasnya. []