Beranda Cuaca Pandeglang Diguncang Gempa Bumi Magnitudo 5,1, Ini Penjelasan BMKG

Pandeglang Diguncang Gempa Bumi Magnitudo 5,1, Ini Penjelasan BMKG

456

PANDEGLANG, BCO.CO.ID – Wilayah Kabupaten Pandeglang diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan 5,1 magnitudo pada siang tadi sekitar pukul 13.30 WIB, Senin 12 Juli 2021.

Berdasarkan rilis resmi yang diterima wartawan, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno menyebutkan, analisa BMKG menunjukan episenter gempabumi terletak pada koordinat 6,46° LS ; 106,01° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 12 km arah Barat Daya Pandeglang, pada kedalaman 147 kilometer.

Menurut Bambang, gempa bumi yang terjadi diakibat oleh subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam lempeng Eurasia. Analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik ( Thrust Fault ). “Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam lempeng Eurasia,” kata Bambang Setiyo Prayitno, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG.

Meskipun tidak berpotensi menyebabkan tsunami, lanjut Bambang, gempa bumi ini turut dirasakan oleh beberapa wilayah di Kabupaten Lebak, dan sebagian wilayah Sukabumi, Jawa Barat. Yakni, daerah Bayah, Cihara, Cijaku, Cigemblong, Malingping II – III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan truk berlalu), Pelabuhan Ratu II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada gempa bumi susulan dari aktivitas yang terjadi.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempabumi tektonik menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami” ucapnya.

Masih kata Bambang, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. “Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah,” pungkas Bambang. []