Beranda Bisnis Bahan Pokok Bakal Dikenakan Pajak, Pedagang di Pandeglang Protes

Bahan Pokok Bakal Dikenakan Pajak, Pedagang di Pandeglang Protes

113

PANDEGLANG, BCO.CO.ID – Pemerintah berencana menjadikan bahan pokok atau sembako sebagai objek Pajak Pertambahan Nilai (PPN), namun hal tersebut menuai banyak protes dari para pedagang maupun masyarakat di Kabupaten Pandeglang. Pasalnya kebijakan tersebut digulirkan pada masa Pandemi Covid-19 dan situasi perekonomian saat ini yang sedang sulit. Selain itu, bahkan para pedagang menilai, pemerintah belum mampu melakukan stabilitas harga bahan pangan beberapa bulan terakhir.

“Kita sebagai pedagang merasa keberatan, sudah mah situasi Covid-19 seperti ini, ditambah mau ada PPN, ini sama saja mencekik pedagang,” kata Aas, salah seorang pedagang di Pasar Pandeglang, Jum’at 11 Juni 2021.

Aas mengatakan, beberapa bulan terakhir bahkan hampir setahun para pedagang kehilangan omzet hingga 50 persen, akibat daya beli masyarakat yang rendah dan juga harga yang tidak stabil. Menurutnya, jika kebijakan tersebut diterapkan, maka beban para pedagang akan semakin berat karena mau tidak mau harus menaikan harga. “Akibat daya beli kurang kita kekurangan omzet 50 persen, apalagi sekarang mau ada PPN, kita naikin harga siapa yang mau beli,” tegasnya.

Sementara salah satu warga Pandeglang, Yusep berharap pemerintah mengkaji ulang kebijakan penerapan ppn terhadap bahan pokok, yang dinilai akan menyulitkan masyarakat. Terlebih saat ini banyak warga yang kehilangan pekerjaan akibat terkena pengurangan pegawai di setiap perusahaan, sehingga berdampak pada pendapatan masyarakat. “Pemerintah sebaiknya mengkaji kembali rencana tersebut. Banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat covid-19, kalau PPN ini diterapkan, maka pedagang akan kewalahan menjual barang dagangannya,” singkatnya.

Seperti diketahui, pemerintah berencana menerapkan PPN terhadap 13 bahan pokok, meliputi beras dan gabah, daging, telur, jagung, kedelai, gula, sagu, garam, susu , buah buahan dan sayur-sayuran. []