Beranda Humaniora 1.048 Jamaah Haji Asal Pandeglang Gagal Berangkat

1.048 Jamaah Haji Asal Pandeglang Gagal Berangkat

150

PANDEGLANG, BCO.CO.ID – Sebanyak 1.048 jamaah calon haji asal Kabupaten Pandeglang, dipastikan gagal berangkat untuk yang kedua kalinya dalam menunaikan ibadah haji.

Kasie Haji Kemenag Kabupaten Pandeglang Wawan Sofwan mengatakan, sedikitnya ada 1.048 calon jamaah haji asal Kabupaten Pandeglang yang harus rela kembali gagal untuk pergi berhaji ke tanah suci Mekkah pada tahun 2021 ini. Setelah sebelumnya pada tahun 2020 lalu, ditunda oleh pemerintah pusat akibat pandemi Covid-19. “Iyah ada 1.048 jamaah yang gagal berangkat tahun ini, ini untuk kedua kalinya mereka gagal berangkat,” kata Wawan, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa 08 Juni 2021.

Namun, Kemenag Kabupaten Pandeglang memberikan kebebasan kepada jamaah calon haji yang ingin mengambil kembali biaya haji yang sudah disetorkan, dengan mengajukan permohonan dan melengkapi persyaratan normatif lainnya. Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi ke setiap Kantor Urusan Agama (KUA) di seluruh Kabupaten Pandeglang, terkait pembatalan haji. “Kita bebaskan para jamaah yang hendak membatalkan Haji dengan mengambil uangnya, kita tidak akan larang. Kita juga sudah sosialisasi di KUA terkai pembatalan ini,” terangnya.

Ia menuturkan, ribuan calon haji tersebut sudah siap diberangkatkan karena seluruh persyaratan tahapan bagi calon haji sudah dilalui. Mulai dari pengurusan paspor, hingga penyuntikan vaksin Covid-19. Akan tetapi, menurutnya apapun keputusannya hal tersebut adalah yang terbaik dari pemerintah.  “Paspor sudah siap, vaksin sudah, memang disayangkan, tapi apapun itu keputusannya yang terbaik untuk para jamaah, karena ibadah haji itu panggilan Allah SWT,” pungkas Wawan.

Sementara itu, calon jamaah haji asal Kampung Pasir Awi, Desa Pasir Awi, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Haerussalam (39) mengaku kecewa dengan keputusan pemerintah yang membatalkan pelaksanaan ibadah haji untuk kedua kalinya. Padahal dia sudah mendambakan bisa berkunjung ke tanah suci tahun 2021 ini. “Kecewa karena tahun kemarin saja tidak jadi berangkat. Padahal, seharusnya dari tahun kemarin sudah bisa berangkat. Karena corona jadi ditunda. Berharap tahun ini, ternyata ditunda lagi,” ucap Haerussalam.

Haerussalam mengaku sudah mempersiapkan segala sesuatunya agar bisa bertamu ke rumah Allah. Karena sebelumnya ia optimistis bahwa pemerintah bisa memberangkatkan Calon Jemaah Haji tahun ini. “Persiapan sudah. Karena, kalau melihat kondisi untuk tahun ini harusnya bisa untuk berangkat,” terangnya.

Haerussalam menyebut, sudah mendaftarkan diri untuk menjalani rukun Islam kelima itu sejak tahun 2012 silam. Hasilnya ia mendapatkan daftar tunggu pada 2020. Pasca-keputusan pemerintah itu, kini ia hanya bisa berpasrah dan berharap dimusim haji berikutnya bisa berangkat ke tanah suci. “Mau bagiamana lagi, paling hanya pasrah mudah-mudahan saja masih diberi umur panjang agar bisa menginjakkan kaki di tanah suci,” tutupnya. []