Beranda Hukum dan Kriminal Selundupkan Benur, Warga Cimanggu dan Cikeusik Dibekuk Polisi di Pasar Cibaliung

Selundupkan Benur, Warga Cimanggu dan Cikeusik Dibekuk Polisi di Pasar Cibaliung

628

PANDEGLANG, BCO.CO.ID – Polres Pandeglang menggagalkan upaya penyelundupan 1.000 ekor benih lobster atau benur dari tangan SN (27), warga Kecamatan Cimanggu, dan IS (36), warga Kecamatan Cikeusik. Kedua pelaku ini dibekuk polisi saat hendak melakukan transaksi di Pasar Cibaliung, Kampung Sukajadi Barat, Desa Sukajadi, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, pada Kamis siang 03 Juni 2021 kemarin.

“Kami dari Polres Pandeglang  mengamankan pelaku penyalahgunaan jual beli bibit lobster SN dan IS berikut dengan barang bukti bibit lobster kurang lebih 1.000 ekor, tas, sepeda motor, dan handpone,” kata AKBP Hamam Wahyudi, Kapolres Pandeglang, saat konferensi pers di Mapolres Pandeglang, Jum’at 04 Juni 2021.

Dijelaskan, dari 1.000 benih lobster itu terdapat dua jenis yaitu lobster pasir dan lobster mutiara. Adapun untuk harganya, menurut Hamam, jika dipasarkan satu ekot benur mutiara mencapai Rp20 ribu rupiah, sedangkan benih lobster pasir hanya Rp10 ribu rupiah. “Untuk jumlah keseluruhan itu bisa mencapai 10 juta rupiah dari 1.000 benih lobster ini,” ungkap Hamam.

Masih kata Hamam, kedua pelaku terjerat Pasal 26 ayat 01 Nomor 31 Tahun 2004, atau UU Nomor 45 tahun 2009 Tentang perikanan, atau tentang pengolahan, penangkapan, dan pengangkutan budidaya perikanan tanpa izin dengan ancaman hukuman 8 tahun penjara dan denda paling banyak 1,5 miliar rupiah.

Selanjutnya, barang bukti bibit lobster akan dijaga agar tetap hidup dengan berkoordinasi dengan Dinas Kelautan Kabupaten Pandeglang dan akan dilakukan pelepasan kembali ke laut. “Kedua pelaku ini merupakan kurir, jadi kita akan terus dalami kasus ini. Kita juga sudah berkoordinasi dengan Kejaksaan, dan Dinas Perikanan,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, SN (27) salah seorang pelaku mengaku bahwa ia sudah empat bulan menjadi seorang kurir benih lobster yang hanya dibayar sesuai dengan hasil penjualan. Saat ditanya kemana benih itu akan dijual, SN tidak mengetahui benur itu disebarkan. “Awal saya diajak teman buat jadi kurir, keseharian saya bertani. Kalau pembayaran sesuai hasil, paling banyak bawa 800 sampai 1.000 ekor benih lobster. Saya tidak tahu itu di jual kemana, saya hanya akan mengantarkan ke Binuangen,” singkat SN. []