Beranda Humaniora Warga Pandeglang Temukan Batu Mirip Patung Ganesha di Pematang Sawah

Warga Pandeglang Temukan Batu Mirip Patung Ganesha di Pematang Sawah

790

PANDEGLANG, BCO.CO.ID – Warga Kampung Pamatang, Desa Mekarwangi, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, dihebohkan oleh penemuan sebuah batu yang menyerupai gajah di pematang sawah milik warga setempat. Diduga batu dengan bentuk mirip patung Ganesha tersebut peninggalan era klasik Shiwaisme atau agama Hindu Shiwa ribuan tahun silam.

Dari pantauan BCO Media di lokasi pada Jum’at 28 Mei 2021, batu menyerupai patung Ganesha dan patung Lingga Yoni serta bayi ganesha yang jaraknya hanya beberapa meter itu pertama kali ditemukan  oleh warga beberapa waktu lalu. Penemuan tersebut segera dilaporkan ke pemerhati kesejarahan untuk dilakukan penelitian, serta melakukan sterilisasi disekitar lokasi penemuan.

Salah satu  tim pecinta sejarah dari Yayasan Balaputra Salakanagara yang konsen terhadap sejarah, Dadan Nurdiansyah mengatakan, pertama kali ditemukan warga adalah batu menyerupai patung lingga yoni serta patung bayi gajah. Setelah ditelusuri, ternyata ditemukan pula batu menyerupai patung ganesha.  “Pertama itu lingga yoni, yang orang sini menyebutnya tugu, pas kita gali seperlunya ternyata ada bayi ganesha-nya dan batu menyerupai gajah, dan kita perluas pencarian,” kata Dadan.

Menurutnya, ketiga batu artefak tersebut  diduga sudah berumur 1800 tahun peninggalan penduduk Pandeglang yang menganut agama hindu shiwa. Ia juga menyebutkan, bahwa penelitian terkait batu ini masih dilakukan untuk memastikan apakah ada kaitannya dengan Kerajaan Salakanagara. “Penelitian masih kita lanjut, diperkirakan batu ini zamannya era klasik atau sekitar 1800 tahun lalu. Tapi kita dalami lagi, apakah ada kaitan dengan Kerajaan Salakanagara,” terangnya.

Kini area tersebut biasa disebut oleh warga situs gajah gumarang, karena berkaitan dengan mitos gajah gumarang dan gajah barunang, yang hingga saat ini masih melekat diingatan warga Kecamatan Saketi. “Kalau disini bukan patung ganesha, tapi gajah gumarang,” imbuhnya.

Sementara itu pemilik lahan persawahan, Yahya mengatakan, tidak mengetahui bahwa batu tersebut diduga patung ganesha, ia hanya mengetahui salah satu batu yang disebut batu congcot. Namun setelah diberitahu oleh tim pemerhati kesejarahan, akhirnya Yahya mengijinkan lokasi tersebut untuk dilakukan penelitian. “Saya tidak tahu kalau itu patung ganesha, saya taunya batu congcot, kalau saya tahu itu batu ganesha dari dulu gak bakalan saya injak, pasti saya bersihkan,” ujar Yahya.

Sebagai informasi dalam kepercayaan Umat Hindu, Patung Ganesha merupakan perwujudan dari dewa pengetahuan, lambang kecerdasan, penghalau segala rintangan, dan pemberi kesehjateraan. Dewa Ganesha atau sering juga disebut dengan Ganapati atau Winayaka ini merupakan Dewa yang perwujudannya campuran antara hewan gajah dan manusia. Seperti diketahui jika Ganesha ini merupakan Dewa yang memiliki kepala gajah dan bertubuh manusia.

Dewa Ganesha ini merupakan putra dari Dewa Siwa dan Ibunya adalah Dewi Parwati yang merupakan bentuk lain dari Dewi Durga. []