Beranda Humaniora Butuh Uluran Tangan, Loper Koran di Pandeglang Alami Tumor Usus

Butuh Uluran Tangan, Loper Koran di Pandeglang Alami Tumor Usus

139

PANDEGLANG, BCO.CO.ID – Romli Suganda (53) warga Kampung Maja Masjid, Kelurahan Sukaratu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, hanya bisa berbaring dirumahnya lantaran mengidap penyakit tumor ganas yang dideritanya.

Penyakit yang diderita Romli berawal, saat ia kesulitan buang air besar (BAB) yang berlangsung selama tiga bulan. Karena khawatir dengan kondisinya, ia pun melakukan pengobatan ke beberapa dokter klinik dan pengobatan alami, namun tidak kunjungan sembuh. “Pertama perut kembung, terus kencing sakit, itu tidak BAB selama tiga bulan, baru-lah saya ke RSUD Berkah Pandeglang,” kata Romli, Jum’at 28 Mei 2021.

Setelah dirujuk ke RSUD Berkah Pandeglang, dokter mendiagnosa bahwa penyakit yang dialami oleh Romli adalah Tumor usus, dan Romli pun harus di operasi atau dibedah. “Kata dokter tumor usus, tapi setelah di operasi kencing, BAB keluarnya dari perut yang di oprasi ini,” terangnya.

Romli atau yang kerap disapa Ombi ini kesehariannya bekerja sebagai loper koran harian atau penjual koran di wilayah Kabupaten Pandeglang sejak 1986. Kini Ia pun hanya bisa berbaring ditempat tidur dan sesekali keluar rumah untuk berjemur. Ia hanya berharap bisa segera sembuh, dan kembali menafkahi istri dan empat anaknya. “Penghasilan dari koran cuma 50 ribu, sampingan ngojek, itu pun tidak seberapa, cuma bersyukur saja. Saya hanya berharap bisa segera sembuh kembali,” pungkasnya.

Sementara itu, Inah Kartinah (47) istri Romli menuturkan, setalah dilakukan operasi di RSUD Berkah Pandeglang, suaminya belum kembali dirujuk di rumah sakit manapun. Dan disarankan untuk melakukan pengecekan kesehatan satu minggu sekali.  “Belum kemana-mana lagi setelah di oprasi, ini hanya di suruh agar ke RSUD seminggu sekali, tapi sekarang sudah tidak, karena disana juga tidak di apa-apain,” ujar Inah.

Namun, Inah mengatakan bahwa kondisi suaminya memang terlihat sehat seperti orang biasanya, akan tetapi Tumor usus yang membuat ia khawatir akan kesehatan suaminya. Inah pun berharap suaminya bisa secepatnya sembuh, tanpa adanya operasi yang dapat mengeluarkan banyak biaya.  “Kalau makan normal, meski normal tapi kan saya ngerih juga suami punya penyakit Tumor usus. Saya berharap, baik dari dermawan atau siapapun dapat membatu penyembuhan suami saya,” pungkasnya. []