Beranda Pemerintahan Aksi Demo di Pandeglang Ricuh, Kantor Dewan Dilempari Lumpur

Aksi Demo di Pandeglang Ricuh, Kantor Dewan Dilempari Lumpur

820

PANDEGLANG, BCO.CO.ID – Puluhan masa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Jaringan Rakyat Sindangresmi (Jarami) menggelar aksi demo didepan Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) dan DPRD Kabupaten Pandeglang, Kamis 06 Mei 2021.

Aksi demonstrasi diwarnai aksi saling dorong antara masa dan petugas kepolisian. Aksi saling dorong terjadi, setelah masa hendak masuk ke Kantor Dinkes setempat, namun dihadang oleh petugas kepolisan. Tidak hanya itu, masa aksi juga melempari gedung DPRD Pandeglang dengan lumpur.

Aksi demo tersebut menyusul adanya peristiwa seorang ibu hamil yang harus di tandu menuju puskesmas terdekat akibat jalan yang rusak. Namun  tidak ada satu pun dari pihak Dinkes yang merespon aksi demo tersebut. “Ibu Enah itu ditandu karena akses jalan yang tidak memadai, akses yang tidak pernah disentuh oleh pemerintah,” kata Elien Robiqi, salah seorang massa aksi.

Kejadian Enah membuat mahasiswa beserta masyarakat Sindangresmi merasa sakit hati, ditambah dengan postingan di media sosial @dinkes_pandeglang yang menyatakan bahwa aksi warga yang menggotong Enah untuk dibawa ke puskesmas merupakan aksi gotong royong yang patut ditiru. “Sudah mah lihat Enah ditandu karena alasan jalan, ditambah posting di instagram Dinkes juga melukai hati kami,” jelasnya.

Terpisah, Korlap Aksi Jarami Ahmad Muhtadin menyayangkan atas pernyataan pemkab yang menyebut, tidak bisa melakukan pembangunan ruas jalan di daerah tersebut. Padahal, para pemilik tanah sudah melakukan kesepakatan bersama untuk siap dilakukan pembangunan akses jalan.  “Pemkab menyebut tanah itu milik perusahaan, sehingga mereka berdalih tidak bisa membangun. Padahal, jalan itu sudah ada sejak 80 tahun lalu, dan status kepemilikannya pun murni milik masyarakat,” terangnya.

Puluhan masa itu menuntut kepada Pemerintah agar segera membangun insfrastruktur di wilayah Kampung Lebak Gedong, Desa Sindangresmi, Kecamatan Sindangresmi, agar tidak lagi warga seperti yang dialami Enah. Serta meminta DPRD agar pro terhadap rakyat.  “Kami hanya ingin jalan itu dibangun, dan Dinkes meminta maaf atas postingannya di Instagram. Satu lagi DPRD harus pro kepada rakyat,” pungkasnya. []