Beranda Humaniora Ini Pengakuan Ibu Hamil yang Ditandu dan Anak Kembarnya Meninggal di Pandeglang

Ini Pengakuan Ibu Hamil yang Ditandu dan Anak Kembarnya Meninggal di Pandeglang

1327

PANDEGLANG, BCO.CO.ID – Suasana haru tampak di rumah Enah (30), warga Kampung Lebak Gedong, Desa Sindangresmi, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang yang kehilangan dua anak kembarnya karena lambatnya penanganan medis akibat akses jalan menuju puskesmas sulit dilalui kendaraan, dan terpaksa membuatnya harus ditandu menggunakan sebatang bambu serta kain sarung.

Pantauan BCO Media di lokasi pada Senin 03 Mei 2021, keluarga maupun kerabat Enah berdatangan untuk melihat kondisi Enah yang masih terbaring lemas diruang tamu rumahnya yang sederhana. “Alhamdulillah Enah sudah dibawa pulang dengan selamat, meskipun bayinya tidak bisa terselamatkan,” kata Muhtadin, salah seorang kerabatnya.

Sementara Enah menceritakan, awalnya ia merasakan sakit di perut dan warga yang mengetahui hal itu langsung membawa Enah ke puskesmas dengan ditandu. Rasa sakit dibagian perut dan akses jalan yang sulit dilalui membuat ia semakin ketakutan dengan hal yang tidak inginkan. “Pas bilang sakit langsung dibawa, ya takut juga kan mana suami tidak ada,” ucap Enah.

Dijelaskan, bahwa beredarnya informasi yang menyebutkan dirinya terjatuh saat di tandu itu tidak benar, akan tetapi ia menjelaskan bahwa saat sarung yang digunakan untuk membawanya itu robek, ia pun langsung menurunkan kakinya ke tanah. “Oh info itu, itu kan sarung mau sobek terus saya langsung turunin kaki, nah disitu kerasa sakit lagi perut, mules gitu,” terangnya.

Setelah mengetahui bayi kembarnya sudah meninggal dunia, Enah dan suaminya pun tidak bisa berbuat banyak selain pasrah menghadapi kenyataan serta mengikhlaskan kedua putra kembarnya tersebut. Selain itu, pasca melahirkan Enah masih mengeluhkan sakit dibagian paha. “Ya mau gimana lagi, saya sudah ikhlas ko. Cuma masih sakit saja dibagian paha,” pungkasnya.

Ditempat sama, Sunarya suami Enah berharap agar akses tercepat untuk menuju pusat Pemerintahan Kecamatan Sindangresmi di Kampung Lebak Gedong segera diperbaiki, agar tidak ada lagi peristiwa seperti yang menimpa keluarnya. “Saya cuma berharap agar akses tercepat segera diperbaiki, kalau akses yang ada dua kali lipat jauhnya,” singkatnya. [PIAN]