Beranda Bisnis Berkah Ramadhan, Pengrajin Keripik Singkong Banjar Pandeglang Banjir Orderan

Berkah Ramadhan, Pengrajin Keripik Singkong Banjar Pandeglang Banjir Orderan

336

PANDEGLANG, BCO.CO.ID – Bulan suci ramadhan merupakan bulan penuh dengan keistimewaan. Pasalnya, selain menjalankan ibadah dari manusia untuk tuhannya, bulan suci ramadhan juga membawa berkah tersendiri pada setiap bidang kehidupan.

Seperti yang dialami Siti Winawiah, salah seorang pengrajin kripik singkong yang berada di Kampung Cibogo, Desa Pasirawi, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, ia harus kerepotan jika memasuki bulan suci ramadhan. Sebab, permintaan keripik singkong dari dalam maupun luar kota, meningkat hingga mencapai 100 persen dari biasanya.

Siti Winawiah mengatakan, sudah sekitar dua puluh tahun lebih berprofesi sebagai pengrajin keripik singkong. Ada dua varian rasa yang disediakan oleh Siti, yakni rasa original dan pedas. Siti menjual keripik singkongnya di wilayah Provinsi Banten saja, seperti Pandeglang, Serang dan Kabupaten Lebak. “Dari tahun 2000, untuk saat ini baru ada dua varian rasa. Kalau untuk penjualan masih di Banten saja,” kata Siti, saat ditemui di rumahnya, Senin 26 April 2021.

Ia menuturkan, untuk membuat kripik singkong yang renyah dan enak, harus menggunakan singkong jenis manggu, karena teksturnya lebih baik dibanding dengan singkong lainnya. Selain itu umbinya pun lebih banyak dalam satu pohon, bisa mencapai 20 hingga 25 buah. “Singkong yang digunakan tidak asal, ini jenis singkong manggu, beda dari yang lain,” terangnya.

Menurutnya, mayoritas warga Kampung Cibogo berprofesi sebagai pengrajin keripik singkong, tidak aneh jika banyak tanaman singkong disekitaran permukiman warga. “Tidak aneh kalau banyak pohon singkong, ya karena mayoritas pengrajin singkong,” jelasnya.

Dalam satu bungkus kripik singkong, Siti menjual dengan harga 7.500 rupiah dengan ukuran 250 gram, jika tiba bulan suci ramadhan, permintaan konsumen meningkat hingga 100 persen dari hari biasanya. Dalam sehari, Ia dapat mengeluarkan 200 bungkus kripik yang siap dinikmati. “Kalau hari biasa ya ada aja tapi tidak banyak, tapi kalau puasa dan jelang lebaran nyampe 100 persen pemesanan,” kata Siti.

Selain membuat keripik singkong, ia juga memproduksi opak singkong dan opak ubi, yang penjualannya sudah sampai ke luar kota, seperti Jogjakarta dan Surabaya. “Ada juga opak singkong dan opak ubi, alhamdulillah itu sudah ke luar kota,” pungkasnya. [PIAN]