Beranda Humaniora Pemerhati Satwa di Pandeglang Lepasliarkan 2 Burung Hantu Langka

Pemerhati Satwa di Pandeglang Lepasliarkan 2 Burung Hantu Langka

473

PANDEGLANG, BCO.CO.ID – Dua orang pemerhati satwa yang fokus pada penanganan burung, melepasliarkan dua ekor burung hantu langka jenis Oriental Bay Owl atau biasa dikenal burung hantu serak, di Kawasan Hutan Raya, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Minggu malam 25 April 2021.

Pemerhati Burung Banten Roman Java Rhino mengatakan, burung hantu langka itu didapat dari warga sekitar Kawasan Tahura Carita, Jum’at lalu. Setelah melakukan negoisiasi dan memberikan imbalan, akhirnya burung tersebut dapat dibawa dari warga yang menangkapnya. “Burung ini memang bukan burung endemik, tetapi sangat sulit ditemukan dan dilindungi. Sesuai dengan UU Nomor 05 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem. Segala bentuk atau tindakan yang mengancam ekosistem atau keberadaan satwa ini tidak diperbolehkan. Bagi yang melanggar ada sanksi besar menantinya,” kata Roman Java Rhino, Senin dinihari 26 April 2021.

Roman mengungkapkan, sebelum melakukan pelepasan burung langka dengan nama ilmiah Phodilus Badius itu. Ia sempat berdiskusi dengan pemerhati burung internasional asal Inggris sekaligus penulis buku Birds Of Indonesian Archipelago, James A Eaton yang memintanya untuk segera melepasliarkan satwa pemakan hewan-hewan kecil tersebut ke habitat asalnya. Pelepasan pun dilakukan malam hari lantaran sesuai dengan sifat alami burung tersebut yang aktif pada malam hari. “Selepas tarawih akhirnya kami bersepakat untuk melepasliarkan ke habitat aslinya di tengah hutan sambil mengamati dan mengabadikan momen saat burung ini terbang bebas,” jelas Roman.

Ia menyatakan, populasi burung hantu serak tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, hingga Kalimantan, dan hidup pada ketinggian 2.300 meter pada permukaan tanah. “Meskipun sulit ditemui, tapi Alhamdulillah di Banten masih ada keberadaannya dengan bukti-bukti tersebut,” imbuhnya.

Roman mengajak, seluruh warga untuk menjaga kelestarian alam beserta isinya. Sebab, setiap spesies makhluk hidup memiliki tugasnya dalam menjaga keseimbangan alam. “Karena mereka adalah pemangsa hama dan membantu menjaga kesuburan hutan dan kebun, begitulah Allah menciptakan makhluk dengan tujuan yang mulia,” tutup Roman. []