Beranda Bisnis Bulan Puasa, Penjualan Kudapan Tradisional Apem Putih Bohai di Pandeglang Melejit

Bulan Puasa, Penjualan Kudapan Tradisional Apem Putih Bohai di Pandeglang Melejit

503

PANDEGLANG, BCO.CO.ID – Setiap daerah memiliki makanan khasnya masing-masing yang dapat menjadi sajian menu berbuka puasa. Di Kabupaten Pandeglang, ada kuliner khas untuk menemani saat berbuka puasa, apem putih namanya. Teksturnya yang kenyal dan terbuat dari bahan-bahan alami ini sangat cocok dijadikan menu wajib berbuka puasa.

Kue apem putih khas Pandeglang termasuk kudapan tradisional yang masih eksis dan dijaga dari generasi ke generasi. Keberadaannya pun tidak sulit di dapat karena banyak dijual di pinggir jalan maupun di pasar, terlebih saat bulan suci ramadan tiba, para penjual apem putih pun banyak dijumpai di sekitaran Alun-Alun Kabupaten Pandeglang. Tekstur yang kenyal, biasanya disajikan bersama olahan gula merah dengan cara dicocol, sehingga cocok disajikan untuk menu berbuka puasa. Pembuatan kue apem putih ini juga tidak sulit, hanya memerlukan bahan seperti beras yang digiling menjadi tepung dan tape.

Nuriah, pemilik salah satu rumah produksi apem putih Bohai di Pandeglang, berada di Desa Kadu Bungbang, Kecamatan Cimanuk, menagatakan, sudah tiga tahun lebih melakoni usaha pembuat apem putih. Dibantu delapan orang saudaranya, Nuriah mampu memproduksi apem putih sebanyak empat karung beras berukuran 25 kilogram atau satu kwintal perhari saat bulan ramadan. “Kalau untuk produksi itu sudah puluhan tahun, cuma kalau penjualan baru sekitar tiga tahun. Ya kalau di bulan ramadan ini empat karung beras habisnya,” kata Nuriah, Selasa 20 April 2021.

Namun, pada hari-hari biasa Nuriah hanya mampu memproduksi satu karung beras perharinya. Saat ramadhan, penjualan apem putih bohai miliknya bisa mencapai enam ribu hingga empat ribu bungkus dalam satu hari. “Kalau sekarang sekitar enam ribu bungkus tiap hari, tapi hari biasa ya paling tiga ribu bungkus saja,” jelasnya.

Satu paket apem putih dan olahan gula merah dijual seharga lima belas ribu rupiah, akan tetapi jika hanya ingin membeli apem putihnya saja dijual dengan harga sepuluh ribu rupiah. “Kita jual 15 ribu, kalau tidak pakai gula merah 10 ribu saja,” tuturnya.

Sementara itu, Eni salah seorang pembeli apem yang ditemui di lokasi mengatakan, ia sudah sering kali membeli apem putih bohai ini langsung dari pengelola setiap bulan Ramadhan. Ia juga sering mengirim apem tersebut ke saudaranya yang ada di luar kota. “Saya sudah sering beli, apa lagi bulan puasa hampir setiap hari. Kadang saya juga kirim ke sodara di Tanggerang, biar tahu makan khas Pandeglang ini,” pungkasnya. [PIAN]