Beranda Wisata Berumur 400 Tahun, Masjid di Pandeglang Tetap Kokoh

Berumur 400 Tahun, Masjid di Pandeglang Tetap Kokoh

901

PANDEGLANG, BCO.CO.ID – Masjid yang merupakan salah satu tempat ibadah yang digunakan umat muslim untuk berdoa atau kegiatan masyarakat, ternyata selalu memiliki keistimewaan tersendiri di setiap desain ataupun perpaduan budaya pembangunannya.

Namun, siapa sangka ternyata di Kabupaten Pandeglang, tepatnya di Kampung Pasir Angin, Kelurahan Pager Batu, Kecamatan Majasari, terdapat bangunan masjid yang memiliki usia begitu tua, yakni 400 tahun dari sejak pertama dibangun.

Masjid Baitul Arsy namanya atau biasa disebut Masjid Kayu Pasir Angin, masjid ini telah berumur ratusan tahun dan hanya sedikit mengalami pergantian material, namun bangunan di masjid tersebut masih tetap sama dengan semula.

Salah seorang pengurus masjid Busro menceritakan, masjid dengan matrial yang terbuat dari bahan kayu dengan ukuran 13 x 10 itu masih tetap terlihat kokoh. Meski, ia mengakui sejak 1945 sampai 2005 lalu terdapat beberapa matrial yang mengalami pergantian.

“Bangunan masjid ini menghadap langsung ke gunung karang. Dan masjid ini memiliki tiga pintu. Memang pada 1945 pernah dilakukan perbaikan atap masjid. Dan pada 2005 lalu warga kampung bersepakat menambah bagian depan masjid agar bisa menampung jema’ah lebuh banyak lagi,” kata Busro, Kamis 15 April 2021.

Selain itu, pria kelahiran 1949 itu menceritakan bahwa sampai saat ini juga masih kerap dikunjungi oleh ulama berkarisma.

Ia juga tidak menampik bahwa tidak mengetahui secara terperinci kapan bangunan masjid itu dibangun. Karena, ayahnya saja yang meninggal pada usia 120 tahun tidak pernah mengetahui kapan didirikannya masjid tersebut.

“Selain warga lokal Pandeglang ada juga dari luar kota yang berkunjung ke sini. Bahkan dari luar negri pun sering ada yang berkunjung ke masjid ini,” terangnya.

Sementara itu, bangunan masjid yang hanya memiliki sepuluh tiang penyangga yang terbuat dari kayu masih saja terlihat kokoh. Dimana, empat tiang terdapat di ruangan utama dan enam tiang terpasang di sisi bangunan.

Kepala Seksi Pelestarian Lingkungan dan Cagar Budaya pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pandeglang, Tateng Aji mengatakan, Masjid Kayu Pasir Angin belum ditetapkan sebagai cagar budaya. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya tim ahli untuk penelitian lebih dalam terkait masjid Baitul Arsy tersebut.

“Kalau masjid yang berada di Pasir Angin ini masih cagar budaya, belum ada ahli yang melakukan penelitian kembali,” katanya.

Namun pihaknya meminta kepada masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian bangunan atau benda kuno, agar tetap menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Pandeglang.

“Ya kita harap masyarakat tetap menjaganya, jangan sampai di rubah bentuknya,” terangnya.

Untuk menjaga dan melestarikan bangunan atau benda benda bersejarah, Dindikbud Kabupaten Pandeglang terus melakukan sosialisasi. Salah satunya dengan mengajarkan pentingnya melestarikan cagar budaya di lingkungan sekolah.

“Kita selalu melakukan sosialisasi ke setiap sekolah agar selalu menjaga dan melestarikan cagar budaya,” pungkasnya. [PIAN]