Beranda Humaniora Ular Piton 4 Meter Masuk Pendopo Bupati Pandeglang, Pegawai Heboh

Ular Piton 4 Meter Masuk Pendopo Bupati Pandeglang, Pegawai Heboh

174

PANDEGLANG, BCO.CO.ID – Seekor satwa liar melata jenis ular sanca kembang sepanjang 4 meter yang muncul di komplek Perkantoran Pendopo Kabupaten Pandeglang, membuat geger dan menghebohkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sedang bekerja di area Pusat Pemerintahan Pemkab Pandeglang, Jum’at 09 April 2021.

Satwa berdarah dingin dengan corak kuning emas itu pertama kali diketahui oleh salah seorang pegawai yang bekerja pada Dinas Komunikasi Informatika Sandi dan Statistik (Diskomsantik) Kabupaten Pandeglang.  “Ada pegawai yang lewat melihat ular di depan, kepalanya di lantai ekornya di tanaman,” kata Girgi Jantoro, Kadis Diskomsantik Pandeglang.

Mengetahui hal itu, ia dan pegawai yang berada di wilayah perkantoran pun menjaga ular piton tersebut agar tidak kabur. Peristiwa itu pun langsung dilaporkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Pandeglang. “Agar tidak kabur kita jagain, info dari petugas Pol PP yang berjaga ular itu sudah sering nongol, cuma masuknya ke lubang selokan,” terangnya.

Sementara itu, Petugas BPBD Pandeglang Lili Sumarana mengatakan, saat mengetahui adanya ular di area perkantoran, ia dan tim langsung mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi. “Pas ada laporan kita langsung kesini, alhamdulillah ular sudah di tangkap,” kata Lili.

Menurutnya, ular ini sudah terlihat sekitar dua minggu lalu di sekitar Pendopo Bupati Pandeglang oleh petugas jaga Sat Pol PP. Namun, ular dengan panjang sekitar empat meter tersebut selalu bersembunyi bersembunyi menghindari aktivitas manusia. “Ular ini sudah sering terlihat, tapi ularnya bersembunyi terus, mangkanya ketika ada laporan kita langsung kesini,”  tuturnya.

Belum diketahui secara pasti dari mana ular tersebut bisa berada di lingkungan Pendopo, petugas BPBD juga belum bisa memastikan apakah ular ini peliharaan seseorang atau memang liar. “Kita belum bisa memastikan, tapi ular ini akan kita bawa ke Kantor BPBD untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya. [PIAN]