Beranda Cuaca Ombak Tinggi Karena Cuaca Ekstrem, Nelayan Sumur Tak Berani Melaut

Ombak Tinggi Karena Cuaca Ekstrem, Nelayan Sumur Tak Berani Melaut

159

PANDEGLANG, BCO.CO.ID – Puluhan nelayan di Kecamatan Sumur, sudah tiga hari terakhir tidak melaut. Kondisi itu terjadi karena ketinggian ombak dilaut lepas mencapai dua sampai tiga meter akibat cuaca buruk dan angin barat.

Lalang (30) nelayan asal Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur mengatakan, cuaca buruk yang terjadi menyebabkan para nelayan enggan untuk melaut karena khawatir perahu yang digunakan tergulung ombak. “Mau enggak mau kita enggak melaut dulu buat nangkap ikan. Kalau kita paksakan, takutnya terjadi apa-apa,” kata Lalang, Senin 05 April 2021.

Lalang mengaku, mengalami kerugian hingga jutaan rupiah karena tidak menangkap ikan di laut lepas. Untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, ia menggadaikan beberapa barang berharga. “Mau bagaimana lagi, kita kan enggak melaut. Kalau modal melaut kita pakai, bisa-bisa kita enggak bisa nangkap ikan lagi. Kalau enggak menghutang dulu buat makan, ya kita gadaikan barang berharga yang ada,” katanya.

Muhammad Nurdin (35) nelayan lainnya mengatakan, hasil tangkapan ikan mengalami penurunan pada saat cuaca buruk. “Kalau saya nyoba maksain, tetapi memang hasilnya kurang bagus. Kalau enggak melaut, ya mau bagaimana lagi kan dapur kita harus tetap mengepul,” katanya.

Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang Usep Sugih Mulyadi menyarankan agar para nelayan untuk sementara waktu tidak pergi melaut karena cuaca ekstrim. Apabila dipaksakan, dia khawatir perahu yang mereka gunakan hancur akibat tergulung ombak. “Kalau bisa mending jangan dulu melaut, karena demi keselamatan. Kalau pun keukeuh ingin melaut, sebaiknya membawa alat keselamatan,” kata Usep.

Usep mengatakan, cuaca ekstrem diprediksi masih akan melanda sebagian besar wilayah Pandeglang hingga beberapa hari ke depan. Oleh karena itu, ia meminta kepada masyarakat dan nelayan agar tidak mendekati wilayah perairan. “Kalau prediksi masih akan terjadi sampai empat hari ke depan. Makanya, wisatawan maupun nelayan sebaiknya jangan dulu ke laut, khawatirnya nanti terjadi hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. [PIAN]