Beranda Bisnis Bumbu Dapur di Pasar Pandeglang Naik Terus, Cabai Rawit Merah Rp160 Ribu/Kg

Bumbu Dapur di Pasar Pandeglang Naik Terus, Cabai Rawit Merah Rp160 Ribu/Kg

663

PANDEGLANG, BCO.CO.ID – Sejumlah bahan kebutuhan dapur seperti cabai dan bawang merah di Pasar Badak Kabupaten Pandeglang mengalami kenaikan. Bahkan kenaikan tersebut ada yang mencapai tiga kali lipat dari harga normal sebelumnya.

Pantauan di lokasi, beberapa bahan kebutuhan dapur yang mengalami kenaikan harga di antaranya, cabai rawit hijau dari harga Rp35.000 naik menjadi Rp80.000 per kilogram. Cabai merah dari harga Rp35.000 naik menjadi Rp100.000 per kilogram, cabai merah besar dari Rp35.000 naik menjadi Rp80.000 per kilogram, dan cabai rawit merah dari Rp45.000 naik menjadi Rp160.000 per kilogram.

Salah seorang pedagang di Pasar Badak Pandeglang, Aas menuturkan, kenaikan harga tersebut sudah terjadi sejak awal tahun 2021. Kata Aas, kemungkinan besar kenaikan harga dipengaruhi karena adanya banjir di sejumlah wilayah dan menjelang bulan suci Ramadhan. “Kalau kenaikan sudah berbulan-bulan, dan sekarang jelang Ramadhan naik lagi aja, apa lagi cabai orange capai Rp. 160.000 per kilogram,” kata Aas, saat ditemui di Pasar Badak Pandeglang, Selasa 23 Maret 2021.

Ia menuturkan, akibat kenaikan harga tersebut banyak pembeli yang mengeluh namun mereka tidak bisa apa-apa karena kenaikan harga bukan hanya terjadi di Pasar Badak Pandeglang, melainkan hampir di sejumlah pasar tradisional. “Kalau yang ngeluh banyak, tapi ya mau gimana lagi, kita juga jualnya pas-pasan,” jelasnya.

Ia pun terpaksa harus mengurangi bahan kebutuhan dapur yang mengalami kenaikan namun tidak sampai mengurangi jumlah kiloannya, hal itu dilakukan agar pembeli tidak kabur.  “Saya tetap melayani berapa pun pembeli mau membeli karena kasihan, ya paling disiasati aja ke bahan yang murah” terangnya.

Sementara itu, Erin salah seorang pembeli mengaku merasa keberatan dengan kenaikan sejumlah harga bumbu dapur. Ia hanya bisa berharap harga-harga bumbu dapur bisa segera normal kembali. “Bumbu buat dagangan saya paling dikurangi kalau harga bahan dapur naik seprti ini. Ya mau gimna lagi, ini kan sudah sering terjadi,” singkat Erin.

Terpisah, Kasi Bina Usaha dan Perdagangan Disperindag Pandeglang Faiz mengatakan, terkait kenaikan harga komoditas yang sudah berlangsung beberapa berbulan itu, Ia menyebutkan bahwa Disperindag Kabupaten Pandeglang sudah mengetahui hal tersebut. Saat ini pihaknya masih menunggu arahan dari Disperindag Provinsi Banten. Ia juga menuturkan, bahwa kenaikan harga ini diperkirakan akibat dari musim penghujan beberapa waktu lalu di sejumlah wilayah di Indonesia, dan menjelang Ramadhan.

“Kalau soal harga kira sudah tahu, kita juga hanya memantau saja. Tapi kita soal harga melambung kita konfirmasi kepada Disperindag Provinsi Banten,” pungkasnya. [PIAN]