Beranda Hukum dan Kriminal Tegaskan Menyimpang, Ini Pernyataan MUI Pandeglang Terkait Aliran Hakekok Balakasuta

Tegaskan Menyimpang, Ini Pernyataan MUI Pandeglang Terkait Aliran Hakekok Balakasuta

579

PANDEGLANG, BCO.CO.ID – Para ulama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pandeglang menetapkan ajaran Hakekok Balakasuta menyimpang dari ajaran agama islam. Hal itu dikarenakan dalam menjalankan tauhid serta syahadat yang dilakukan oleh kepercayaan tersebut tidak sejalan dengan rukun islam.

Keputusan itu diambil setelah lembaga tersebut melakukan pembahasan dan rapat terbatas menyikapi persoalan adanya ajaran yang menghebohkan masyarakat Cigeulis beberapa waktu lalu.

Ketua MUI Kabupaten Pandeglang Tubagus Hamdi Ma’ani mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan fatwa mengenai larangan adanya aliran Hakekok Balakasuta, karena keluar dari ajaran Islam dan sebagai organisasi terlarang di Pandeglang.

“Kita sudah tetapkan dan mengeluarkan fatwa, kita baru selesai rapat. Untuk lebih jelasnya, nanti akan kita sampaikan mengenai isi fatwa dan hal lain yang dicantumkan dalam fatwa tersebut,” kata Hamdi Ma’ani, Ketua MUI Kabupaten Pandeglang saat ditemui di Gedung MUI Pandeglang, Senin 15 Maret 2021.

Ia menuturkan, pihaknya akan melakukan pembinaan terhadap 16 anggota aliran sesat tersebut agar kembali ke syariat Islam agar tidak kembali melaksanakan kebiasaan yang tidak baik itu. Soalnya, dalam ajaran aliran tersebut wanita dan lelaki diharuskan mandi bersama tanpa menggunakan sehelai kain. “Kalau setelah di bina mereka masih melakukan kebiasaan di aliran itu, akan kita serahkan kepada aparat penegak hukum. Karena memang aliran yang mereka percayai itu sesat dan keluar dari ajaran Islam,” tuturnya.

Selain melakukan pembinaan, pihaknya juga akan menyampaikan kepada Pemkab Pandeglang agar bisa memberikan bantuan kepada para anggota tersebut sebagai bentuk perhatian dan mencegah mereka kembali kepada kepercayaan yang telah dilarang itu. “Kita akan sampaikan agar Pemkab bisa memberikan perhatian untuk makan mereka, termasuk mengajarkan keterampilan agar mereka bisa mendapatkan penghasilan yang baik. Intinya, kita ingin agar ada perhatian dan mereka tidak kembali melakukan ritual yang terlarang itu,” pungkasnya. [PIAN]