Beranda Hukum dan Kriminal Pembuang Bayi di Selokan Masih Pelajar, Ini Motif Pelaku

Pembuang Bayi di Selokan Masih Pelajar, Ini Motif Pelaku

4098

PANDEGLANG, BCO.CO.ID – Polres Pandeglang berhasil mengungkap pelaku kasus pembuangan mayat bayi yang terjadi beberapa waktu lalu di Cikoromoy, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang. Dari hasil pengungkapan, diketahui dua pelaku yang ditangkap bukan pasangan suami istri dan ternyata masih dibawah umur.

“Terkait mayat bayi, kami telah melakukan penangkapan terhadap tersangka sebanyak dua orang,” kata AKBP Hamam Wahyudi, Kapolres Pandeglang, Senin 15 Maret 2021.

Ia menuturkan, kedua pelaku itu yakni RN (16) yang merupakan ibu dari bayi yang beralamat di Kecamatan Cimanuk, dan IS (17) sebagai kekasih RN yang beralamat di Kecamatan Banjar. “RN dan IS ini masih berstatus pelajar kelas tiga SMA, RN berusia 16 tahun dan IS berusia 17 tahun,” terangnya.

Kedua pelaku tega membuang bayinya karena sang pacar tidak mau bertanggungjawab pada bayi yang dikandungnya itu. Bahkan, setelah mengetahui si wanita hamil sang pacar malah memutus semua komunikasi agar bisa lari dari tanggungjawab.

“Pelaku melakukan hubungan suami istri di luar nikah dengan pacarnya hingga hamil, saat pacar pelaku diberitahu bahwa pelaku hamil dan pacarnya diminta tanggungjawab, kemudian pacar pelaku memutuskan hubungan pacaran dan memblokir nomor handphone dan sosmed RN sehingga tidak dapat dihubungi,” tuturnya.

Adapun barang bukti yang diamankan beruapa potongan selimut, satu setel baju bermotif doraemon, satu setel pakaian yang digunakan oleh pelaku. Untuk korban adalah bayi yang baru berumur 10 hari dan pihak kepolisian sudah melakukan outopsi.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pandeglang, Iptu Wisnu Adicahya menambahkan, saat ini pelaku laki-laki sudah dilakukan penahanan di Mapolres Pandeglang. Sedangkan untuk pelaku perempuan tidak dilakukan penahanan dan hanya diwajibkan lapor.

“Alasan tidak dilakukan penahanan karena pelaku perempuan masih di bawah umur, orangtuanya siap menjamin dan masih menunggu hasil autopsi jasad bayi,” tambahnya.

Atas perbuatannya, pelaku bakal dijerat pasal tindak pidana persetubuhan dan/atau perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur sebagaimana dimaksud dalam pasal 81 Jo 76D dan/atau pasal 82 Jo Pasal 76E Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun kurungan penjara. [PIAN]