Beranda Hukum dan Kriminal Terkait Aliran Sesat Hakekok di Cigeulis, Ini Pendapat Bupati Irna

Terkait Aliran Sesat Hakekok di Cigeulis, Ini Pendapat Bupati Irna

2303

PANDEGLANG.BCO.CO.ID – Bupati Pandeglang, Irna Narulita merasa kaget mendengar adanya informasi kepercayaan yang menyimpang di wilayah Kabupaten Pandeglang, namun dirinya menginginkan pengikut kepercayaan tersebut untuk tidak diintimidasi, dan akan membina belasan pengikut yang diketahui beraliran Hakekok.

“Kita akan rangkul para pengikut ajaran yang menyimpan tersebut,” kata Irna, saat ditemui di Pendopo Pandeglang, Jumat 12 Maret 2021.

Ia menuturkan bahwa dirinya akan bekerjasama dengan Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pandeglang untuk menuntun belasan pengikut aliran tersebut ke jalan yang benar.

“Kita perbaiki mereka untuk bekerjasama dengan MUI kembali ke jalan Allah. Apakah selama ini jauh menutup diri, jauh dari sentuhan program pemerintah atau mereka menutup diri selama ini, sehingga mereka melakukan kegiatan yang tidak kita ketahui,” jelasnya.

Irna menegaskan bahwa dirinya akan merangkul para pengikut aliran tersebut, dan akan mengembalikan kepada ajaran Islam, sebab menurutnya para pengikut dinilai kurangnya perhatian dan pembinaan.

“Kita berharap kepada semua jangan langsung berpikir negatif kepada mereka. Mungkin mereka juga ada salah kita semua mungkin kurang pembinaan. Atau permasalahan keluarga yang bisa kita selesaikan, permasalahan ekonomi, di tengah pandemik macem-macem masalahnya, pemerintah harus hadir,” tuturnya.

Sementara, Kapolres pandeglang, AKBP Hamam Wahyudi menuturkan, pihaknya bersama Bakorpakem dan tokoh ulama akan melakukan pembinaan agar kembali ke jalan yang benar. Dirinya juga membenarkan keberadaan beberapa barang bukti milik salah seorang penganut kepercayaan tersebut.

“Berdasarkan hasil olah TKP, kami juga mengumpulkan beberapa barang bukti salah satunya kitab, kemudian pusaka-pusaka, kemudian jimat-jimat, serta serta ada alat kontrasepsi,” kata Hamam.

Kapolres juga membenarkan ada anak di bawah umur yang menjadi pengikut aliran tesebut, namun untuk hasil keputusan Bakorpakem dan fatwa MUI pihaknya belum bisa menyampaikan.

“Kami sudah bicarakan dengan Bakorpakem, dan MUI di mana kegiatan mereka adalah kegiatan menyimpang. Nanti dari Bakorpakem dan fatwa MUI akan disampaikan kepada kita semua, betul ada anak di bawah umur karena mengikuti kegiatan orang tuanya,” terangnya.

Dirinya menyampaikan, masalah iming-iming yang disampaikan ketua kepercayaan tersebut, terdapat iming-iming mendapatkan kehidupan yang layak.

“Untuk iming-imingnya itu bahwa pimpinannya menyampaikan kepada pengikutnya, apabila ingin selamat dunia akhiran dan kehidupan yang layak maka ikut dengan keyakinan tersebut,” pungkasnya. [PIAN]