Beranda Hukum dan Kriminal Warga Pandeglang Digegerkan Penemuan Jasad Bayi di Saluran Irigasi

Warga Pandeglang Digegerkan Penemuan Jasad Bayi di Saluran Irigasi

1328
Tim Inafis Polres Pandeglang sedang mengevakuasi jasad bayi di selokan/Foto: PIAN (pandeglang.bco.co.id)

PANDEGLANG, BCO.CO.ID – Warga Kampung Cikoromoy, Desa Kadu Bungbang, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, digegerkan dengan penemuan jasad bayi di sebuah selokan irigasi.

Salah seorang warga yang pertama kali menemukan mayat bayi, Iman mengungkapkan, ia menemukan bayi itu bermula saat melintas disekitar irigasi tersebut dann mencium bau busuk dari saluran selokan tersebut. Saat ditemukan, jasad yang tadinya dikira boneka itu telah dikerumuni lalat.

“Awalnya saya mencium bau, setalah itu saya melihat bayi sudah mengapung di air irigasi dikerumini lalat. Dikira saya boneka, eh, pas didekati benar saja ternyata bayi perempuan sudah meninggal dunia,” kata Iman, saat ditemui di lokasi, Selasa 09 Maret 2021.

Mengetahui mayat bayi yang mengapung, ia memberitahukan penemuan itu ke warga lainnya dan ke Kepala Desa setempat agar melaporkan penemuannya itu ke pihak kepolisian. “Tadi barusan saja, pihak kepolisian berdatangan, dan melakukan pemeriksaan terhadap mayat bayi itu. Mayat bayinya juga sudah langsung dibawa oleh pihak kepolisian ke RSUD Pandeglang,” jelasnya.

Ia juga menuturkan, kodisi bayi tersebut sudah memprihatinkan, dan diperkirakan sudah tewas selama empat hari. “Kodisi pas diangkat itu kepalanya berlubang dan tubuh bagian perut hitam,” tuturnya.

Terpisah, Kapolres Pandeglang AKBP Hamam Wahyudi membenarkan telah terjadi peristiwa penemuan bayi yang kondisinya sudah memperihatinkan. Bahkan katanya, pihaknya juga sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) . Dari hasil olah TKP itu, diduga bayi itu sengaja dibuang oleh orang tuanya. “Untuk sementara dari hasil oleh TKP yang dilakukan oleh jajaran Reskrim Polres Pandeglang, diduga bayi itu sengaja dibuang oleh orang tuanya atau ibunya,” kata Hamam.

Namun, Hamam belum bisa memastikan apakah bayi itu dibuang dari hubungan gelap atau bukan. Sebab, pihaknya masih mendalami kasus tersebut. “Kami masih mendalami motifnya, apakah hasil hubungan gelap atau unsur lain seperti tidak mau bertanggungjawab atas kelahiran bayi tersebut,” terangnya.

Selain itu, agar kasus pembuangan bayi itu terbongkar, selain melakukan olah TKP, pihaknya juga bakal mengumpulkan saksi-saksi dan mencari barang bukti lainnya. Ia menegaskan, pihaknya juga bakal mendalami apakah dalam pembuangan itu ada pelaku lain yang membantunya . “Apakah nanti ada keterangan terkait dengan identitas orang tua atau ibu yang membuang, kemudian kami menunggu hasil autopsi dan mencari siapa yang bertanggungjawab atas pembuangan bayi tersebut,” jelasnya.

Untuk saat ini, mayat bayi tersebut sudah dibawa ke RSUD Berkah Pandeglang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Kami telah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit, dan kemungkinan bayi itu baru berumur 10 hari, dan kurang lebih sudah empat hari di TKP,” pungkasnya. [PIAN]