Beranda Humaniora Miris! Lansia Renta di Pulosari Tinggal Digubuk Nyaris Roboh

Miris! Lansia Renta di Pulosari Tinggal Digubuk Nyaris Roboh

1021

PANDEGLANG, BCO.CO.ID – Sepasang suami istri berusia lanjut di Kampung Kadu Beluk, Desa Koranji, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang, terpaksa harus tinggal di rumah dengan kondisi yang tak layak huni. Pasalnya, bangunan yang terbuat dari bambu, kayu, serta beratap campuran daun rumbia dan asbes itu kini kondisinya mulai lapuk di makan usia.

Bahkan jika hujan, kedua pasangan itu harus merasakan dinginnya cuaca karena kediamannya kerap bocor. Air hujan masuk melalui sela-sela atapnya yang lapuk.

Iyah pemilik rumah mengatakan, sudah bertahun-tahun ia harus hidup menempati rumah tersebut bersama dengan suaminya. Tak hanya itu, berulang kali juga petugas dari Kabupaten Pandeglang datang ke rumahnya untuk mengambil gambar kondisi tersebut. “Banyak yang sudah datang ke sini, memotret rumah dan mengatakan akan di ajukan bantuan bedah rumah. Tapi sampai sekarang ya begini keadaannya,” kata Iyah ditemui BCO Media di rumahnya, Kamis 25 Februari 2021.

Jangankan untuk membangun rumahnya agar nyaman ditempati, Iyah mengungkapkan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun keduanya harus bekerja ekstra memeras keringat demi mendapatkan rupiah dari pekerjaannya sebagai buruh serabutan. “Suami kerjanya serabutan, kadang ikut nyangkul di ladang sama yang punya lahan,” jelasnya.

Masih kata Iyah, selain bekerja sebagai buruh serabutan, keduanya juga menyewa sebuah ladang untuk diolah agar bisa menyambung hidup meskipun kondisinya serba kekurangan. “Punya orang, bukan punya sendiri. Ibu mah ngontrak (sewa lahan-red),” imbuhnya.

Terpisah, Camat Pulosari Mimif Mulyadi mengaku, pihaknya telah mengajukan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ke dinas terkait. Selain itu, keluarga tak mampu ini juga sudah mendapat bantuan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Meski begitu, Mimif berharap program tersebut dapat terealisasikan tahun ini.

“Ibu Iyah sendiri sudah mendapat bantuan BPNT dan kami sudah mengajukan RTLH ke Dinas Perkim,” kata Mimif, terkonfirmasi.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang Udi Juhdi, mendorong instansi berwenang untuk segera turun tangan mengatasi permasalah kemiskinan di wilayahnya tersebut. “Ibu Iyah ini harus segera dibantu, baik melalui program RTLH maupun BSPS dan ini menjadi pekerjaan rumah kami dalam menekan angka kemiskinan di Kabupaten Pandeglang,” kata politisi Partai Gerindra ini singkat. []

Redaktur: Adji Ramadhan