Beranda Humaniora Penyaluran Program BPNT di Pandeglang Disoal, Pemuda Cibitung Demo Kantor Bupati

Penyaluran Program BPNT di Pandeglang Disoal, Pemuda Cibitung Demo Kantor Bupati

564
Aliansi Pemuda Cibaliung melakukan aksi unjuk rasa terkait penyaluran program BPNT di kantor bupati dan kantor Dinsos Kabupaten Pandeglang, Senin 1 Januari 2021.

PANDEGLANG.BCO.CO.ID – Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Cibitung (APC) melakukan unjuk rasa di depan kantor Bupati dan kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang, Senin 1 Februari 2021. Warga yang datang dari pelosok Pandeglang, tepatnya Kecamatan Cibitung itu untuk menyuarakan penyaluran program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diduga adanya ketidaktepatan kualitas komoditi.

Koordinator lapangan (Korlap) dalam unjuk rasa Dede Abdul mengatakan, adanya dugaan menyalahi aturan terkait kualitas lima komoditi bahan yang disalurkan. Seperti bahan pokok beras yang seharusnya berkualitas premium, kenyataannya hanya medium. Selain itu, juga ada dugaan ketidaktepatan harga yang ditetapkan pihak supplier, keterlibatan pendamping, dan agen penyalur. “Ketepatan harga juga diduga telah terjadi mark up atas 5 jenis komoditi yang disalurkan distributor melalui agen-agen yang ada di desa,” kata Dede Abdul.

Dikatakan Dede, unjuk rasa ini fokus pada penyaluran BPNT di Kecamatan Cibitung, dimana terdapat 10 desa dengan jumlah kartu keluarga sejahtera (KKS) sekitar lebih dari 2.000 keluarga penerima manfaat (KPM). “Dengan nilai bantuan sebesar Rp200.000 itu, KPM hanya mendapatkan beras 10 kilogram, telur 15 butir, ikan 1 kilogram, tempe/tahu/kacang hijau 1 bungkus, dan buah-buahan 1 kilogram. Jika dihitung sesuai harga pasaran, nilainya tak sampai pada angka Rp200.000. Ada pun supplier BPNT di wilayah Kecamatan Cibitung dengan jumlah lebih dari 2000 KPM itu oleh CV Cikalong Ananda Salsabila yang diduga melakukan penekanan kepada setiap agen-agen E-Warung,” ujar Dede.

Atas dugaan tersebut, Aliansi Pemuda Cibitung menuntut kepada bupati dan Dinsos Pandeglang untuk menindak tegas dengan mengganti supplier BPNT Kecamatan Cibitung dan segera evaluasi agen E-Warung yang masih fiktif. Selain itu, menuntut segera melakukan pergantian agen E-Warung yang melanggar penyaluran program BPNT. Tuntutan lainna adalah TKSK diminta profesional dan tidak ikut-ikutan dalam pengadaan komoditi atau double job.

Sementara itu, Kepala Dinsos Kabupaten Pandeglang Nuriyah, belum dapat dikonfirmasi terkait tuntutan Aliansi Pemuda Cibitung ini. []