Beranda Cuaca Warga Kecamatan Patia Curhat Soal Kebutuhan Mendesak saat Banjir

Warga Kecamatan Patia Curhat Soal Kebutuhan Mendesak saat Banjir

619
salah satu permukiman warga yang tergenang banjir di Pandeglang.

PANDEGLANG.BCO.CO.ID – Sejak Kamis 28 Januari 2021, delapan wilayah kecamatan di Kabupaten Pandeglang, tergenang banjir, termasuk Kecamatan Patia. Ismet, salah satu warga korban banjir di Patia mengatakan, masyarakat membutuhkan makanan siap saji ketika banjir merendam permukiman warga, bukan sembako.

“Kalau berbicara kebutuhan pada saat banjir itu makanan siap saji bukan berbentuk sembako, karena jelasnya masyakat sulit untuk masak,” ujar Ismet, kepada BCO, sabtu 30 Januari 2021.

Kalau pun sembako, kata Ismet, itu didistribusikan ke dapur umum bukan langsung ke korban banjir. “Kalau bantuan sembako itu lebih tepat dibagikan ke warga pasca banjir. Kenapa, karena kalau pada saat banjir, pembagian sembako sangat mungkin tidak merata, karena sulit, beresiko dan tidak langsung bisa dikonsumsi. Khawatirnya ditimbun dalam satu tempat. Bukan suudzon, hanya keamanan dan keutuhannya saja yang tidak bisa di jamin,” tutur Ismet seraya menambahkan, kebutuhan lainnya selain makanan siap saji adalah obat obatan dan persiapan evakuasi jika banjirnya tinggi.

Sebelumnya diberitakan, curah hujan tinggi membuat ribuan rumah warga di 8 kecamatan se Kabupaten Pandeglang tergenang banjir sejak Kamis 28 Januari 2021. Saat ini genangan air di permukiman warga berlangsung surut.

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, banjir melanda permukiman warga Kecamatan Sukaresmi, Labuan, Carita, Pagelaran dan Patia. Sementara data dari Forum Tanggap siaga Bencana (Tagana) Pandeglang menyebut banjir juga terjadi di Kecamatan Bojong, Munjul, dan Saketi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang Surya Darmawan, Meski tergenang banjir, warga masih bertahan di rumahnya masing-masing. Mereka enggan dievakuasi karena menilai banjir sudah menjadi hal yang biasa mereka alami. BPBD pun saat ini hanya mengirimkan sejumlah logistik untuk kebutuhan korban banjir. Selain itu menyiagakan personel untuk mengantisipasi terjadinya banjir yang lebih parah.

“Saat ini masyarakat masih bertahan. Karena mereka bilang sudah biasa menghadapi banjir tahunan. Yang kami lakukan, pertama menyiagakan peralatan di wilayah genangan. Kalau sewaktu-waktu meninggi kami lakukan evakuasi. Kedua adalah mengirimkan logsitik dan Alhamdulillah sudah didistribusikan,” ujar Surya. []