Beranda Peristiwa Banjir Landa 8 Kecamatan: Curah Hujan Masih Tinggi, Ini Langkah BPBD Pandeglang

Banjir Landa 8 Kecamatan: Curah Hujan Masih Tinggi, Ini Langkah BPBD Pandeglang

680
Kondisi genangan air di permukiman penduduk di wilayah Pandeglang,

PANDEGLANG.BCO.CO.ID – Curah hujan tinggi membuat ribuan rumah warga di 8 kecamatan se Kabupaten Pandeglang tergenang banjir sejak Kamis 28 Januari 2021. Saat ini genangan air di permukiman warga berlangsung surut.

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, banjir melanda permukiman warga Kecamatan Sukaresmi, Labuan, Carita, Pagelaran dan Patia. Sementara data dari Forum Tanggap siaga Bencana (Tagana) Pandeglang menyebut banjir juga terjadi di Kecamatan Bojong, Munjul, dan Saketi.

Banjir di Kecamatan Sukaresmi terjadi di Kampung Simpang, Desa Kubang Kampil dan Kampung Cimandur, Desa Pasir Randu. Di dua desa tersebut, ketinggian air mencapai 50 sampai 70 centimeter. “Banjir di Desa Pasir Kadu kampung Cimadur dipicu meluapnya air sungai Ciliman ke permukiman warga,” ujar Kepala BPBD Pandeglang Surya Darmawan kepada BCO, Jumat malam, 29 Januari 2021.

Sementara di Kecamatan Labuan, banjir terjadi di Kampung Sukarame, RT 04/03, Desa Kalanganyar. Kemudian di Kecamatan Pagelaran banjir terjadi di empat desa, yaitu Bulagor (Kampung Pamatang), Sukadame (Kampung Bojong Kondang, Margahayu, Ciupas, dan Kahuripan), serta Margagiri dan Pagelaran.

Selanjutnya di Kecamatan Patia, banjir merendam pemukiman warga di Desa Idaman, tepatnya Kampung Tajur, Karang Tengah, Sindangrahayu, dan Tongkol. Kemudian Desa Ciawi, di Kampung Ciawi, Pagerwaru, Citundun, dan Koranji. Sementara itu, di Kecamatan Carita, banjir hanya terjadi di Desa Carita.

Akibat banjir  ribuan warga terdampak. Data BPBD menyebut sebanyak 1.682 jiwa ditiga kecamatan, yaitu Labuan, Carita, Pagelaran, belum termasuk di lima kecamatan lainnya. “Saat ini banjir sudah mulai surut. Namun beberapa hari ke depan masih harus waspada, karena curah hujan masih tinggi,” Surya mengingatkan.

Meski tergenang banjir, warga masih bertahan di rumahnya masing-masing. Mereka enggan dievakuasi karena menilai banjir sudah menjadi hal yang biasa mereka alami. BPBD pun saat ini hanya mengirimkan sejumlah logistik untuk kebutuhan korban banjir. Selain itu menyiagakan personel untuk mengantisipasi terjadinya banjir yang lebih parah.

“Saat ini masyarakat masih bertahan. Karena mereka bilang sudah biasa menghadapi banjir tahunan. Yang kami lakukan, pertama menyiagakan peralatan di wilayah genangan. Kalau sewaktu-waktu meninggi kami lakukan evakuasi. Kedua adalah mengirimkan logsitik dan Alhamdulillah sudah didistribusikan,” ujar Surya. []