Beranda Wisata Manfaatkan Hutan Mangrove, Masyarakat Citeureup Bangun Destinasi Wisata

Manfaatkan Hutan Mangrove, Masyarakat Citeureup Bangun Destinasi Wisata

724

PANDEGLANG, BCO.CO.ID – Lembur Mangrove Patikang, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, menjadi salah satu destinasi wisata baru di Buffer Zone KEK Tanjung Lesung, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang.

Memanfaatkan hutan mangrove di muara sungai yang berbatasan langsung dengan laut tersebut, wisata baru ini dibangun oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Liwungan Berkah, Pokdarwis Putri Gundul dan masyarakat Desa Citeureup secara swadaya.

Meskipun belum resmi dibuka untuk umum, destinasi baru yang masih dalam pengembangan sudah ramai diminati wisatawan yang berkunjung ingin menikmati suasana hutan mangrove.

“Setiap hari ada saja yang berkunjung, pengunjung ada yang dari Depok, Bogor, hingga Bandung. Kalau pengunjung lokal paling daerah sini saja,” kata Deden Sudiana, Ketua Pokdarwis Putri Gundul Citeureup, Minggu 27 Desember 2020.

Aliran air yang tenang serta hijau dari rimbunnya pepohonan mangrove menambah kesan wisata kekinian. Ditambah lagi, tersedianya fasilitas seperti Canoeing, Sepeda Air, Selfie Booth dan Jembatan Kilapis menjadikan tempat ini kian instagramable yang tak boleh dilewati pengunjung untuk berswafoto. Untuk menikmati spot tersebut para pengunjung hanya dikenakan tarif sebesar Rp5 ribu.

“Untuk saat ini masuknya belum dikenakan tarif, karena belum resmi dibuka. Tapi kalau mau menikmati canoeing dan sepeda air itu bayar Rp5 ribu, itu pun uangnya untuk perawatan,” ujarnya.

Sementara Ketua Desa Wisata Citeureup, Engkos Kosasih mengatakan, Lembur Mangrove Patikang memiliki potensi alami yang dapat dikelola menjadi destinasi wisata berbasis edukasi.

Sehingga Desa Wisata yang merupakan unit usaha dari Bumdes Liwungan Berkah meminta agar masyarakat mampu mengelolanya dengan baik.

“Lembur Mangrove Patikang memiliki berbagai jenis Mangrove yang tumbuh secara alami. Sehingga peluang Lembur Mangrove menjadi wisata edukasi sangat besar, tinggal pengelolaanya saja,” kata Engkos.

Menurut Engkos, Lembur Wisata Mangrove juga akan dipadukan dengan wisata budaya, atraksi dan kuliner. Karena ketiga destinasi tersebut ada di Desa Citeureup, seperti Pencak Silat, Debus, Tari Rengkong, Atraski “Ngerok Beton” tanam mangrove, lomba bobolodog serta kuliner khas Lembur Mangrove yaitu dodol dan jus Mangrove.

“Masyarakat memiliki peran penting dalam pengelolaan beberapa destinasi wisata tersebut. Jika itu berjalan, tentu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi dunia pariwisata,” tandasnya. []