Beranda Cuaca Desember Hujan Angin, BMKG: La Nina Puncaknya Januari – Maret 2021

Desember Hujan Angin, BMKG: La Nina Puncaknya Januari – Maret 2021

717

PANDEGLANG, BCO.CO.ID – Berdasarkan hasil pemantauan BMKG terkait perkembangan musim hujan mulai akhir Desember 2020, sebagian besar wilayah di Indonesia sudah mengalami musim penghujan dengan jumlah 61 persen wilayah.

Dalam keterangan resminya, BMKG menyebutkan, bahwa anomali iklim La Nina terpantau masih berlangsung di Samudera Pasifik dengan intensitas level “moderat”. Suhu muka laut Samudera Pasifik bagian tengah daerah Nino 3.4 menunjukkan anomali sebesar -1.4°C, sehingga perkembangan saat ini menunjukkan Intensitas La Nina moderat yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada periode Januari-Maret 2021, dan kemudian akan melemah pada bulan Mei 2021.

“Musim hujan di sebagian besar wilayah di Indonesia diprediksikan akan berlangsung hingga bulan April 2021,” kata Herizal, Deputi Bidang Klimatologi pada BMKG, Selasa kemarin 08 Desember 2020.

Herizal menuturkan, peningkatan kewaspadaan diperlukan pada daerah-daerah yang diprediksi akan mendapatkan akumulasi curah hujan dengan kriteria tinggi hingga sangat tinggi (>300mm/bulan). Pada bulan Desember 2020-Januari 2021 di antaranya berpeluang terjadi di pesisir barat Sumatera, sebagian besar Pulau Jawa, Bali, sebagian NTB, sebagian NTT, Kalimantan bagian barat dan tengah, Sulawesi, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat, dan Papua.

“Puncak musim hujan 2020-2021 diprediksikan untuk sebagian besar wilayah akan terjadi pada bulan Januari – Februari 2021 yang umumnya bertepatan dengan puncak Monsun Asia,” jelasnya.

Lebih lanjut Herizal mengungkapkan, dengan latar belakang anomali iklim La Nina, meningkatnya aktivitas Monsoon Asia pada bulan Desember ini juga dapat disertai oleh beberapa fenomena atmosfer khusus lainnya seperti cold surge (seruakan dingin Asia), gelombang atmosfer ekuator (MJO), dan pertemuan massa udara antar tropis (Inter Tropical Convergence Zona – ITCZ).

“Fenomena-fenomena tersebut telah diketahui dapat terjadi secara bersamaan maupun sendiri-sendiri, dan mampu memicu curah hujan ekstrem yang berdampak signifikan, diprediksi dapat terjadi dalam periode minggu terakhir Desember 2020 – Januari 2021,” imbuhnya.

BMKG mengimbau pihak-pihak terkait di Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, ataupun masyarakat yang tinggal di daerah yang berpotensi mendapatkan curah hujan tinggi hingga sangat tinggi, agar mewaspadai adanya ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan banjir bandang. Serta diminta terus memonitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini dari BMKG. []